Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rudi S Kamri: Ucapkan Selamat Natal tak Lunturkan Aqidah Saya!

Nyoman Suarna • Kamis, 22 Desember 2022 | 18:56 WIB
Rudi S Kamri.
Rudi S Kamri.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal bagi umat Kristiani yang merayakannya. Ucapan itu dinilai tak sesuai syariat Islam.

Tak hanya itu, MUI Sumut juga menilai haram bagi umat Islam mengikuti perayaan Natal bersama umat Kristiani. Hal itu ia sampaikan berdasarkan Fatwa MUI nomor 1 tahun 1981 tentang Perayaan Natal Bersama.

Menanggapi pernyataan tersebut, pengamat sosial Rudi S Kamri dalam Youtube Kanal Anak Bangsa, Rabu (21/12) mengatakan, sudah menjadi kebiasaan setiap bulan Desember, pro-kontra boleh atau tidaknya orang Islam mengucapkan Selamat Natal selalu dan selalu ramai diperbincangkan di ruang publik. Masing-masing kelompok sibuk mencari dalil.

Rudi mengatakan sikap bahwa pihaknya akan tetap mengucapkan selamat Natal kepada sahabat, saudara, dan teman-teman yang beragama Kristiani yang merayakannya. Menurutnya, ia tak perlu dalil dalam mengucapkan Selamat Natal, sebab ia hanya perlu dalil Pancasila yang mengakui bingkai keberagaman agama.

“Ini adalah bentuk etika, karena kalau saya baca, Natal itu penuh dengan suka cita. Artinya saya mengucapkan Natal kepada orang-orang yang sedang merayakan kegembiraan dan kesukacitaan,” jelasnya.

Rudi menjelaskan, dengan mengucapkan Natal sama sekali tidak mengganggu aqidah keislamannya. Ia tetap manusia beragama Islam. Menurutnya, mengucapkan Natal, tidak perlu mengikuti ritual keagamaan mereka.

“Jika keimanan dan aqidah kita kuat, kita tidak akan pernah takut mengucapkan Natal. Tidak pernah takut ada salib di depan kita. Tidak mudah luntur oleh apapun,” jelasnya.

Rudi pun menyindir keras MUI yang minta Kapolri menindak tegas karyawan yang menggunakan atribut Natal. Menurutnya, pandangan tersebut terlalu dangkal untuk menilai ritual keagamaan.

“MUI jadilah panutan yang lebih dewasa. Jangan masuk wilayah etika yang bukan ranahnya. MUI seharusnya memberi penguatan kepada umat Islam agar lebih teguh dengan ajaran yang kita punya,  sehingga selalu selaras antara pikiran, ucapan dan tindakan,” pungkas Rudi. Editor : Nyoman Suarna
#Selamat Natal #larang Ucapkan Selamat Natal #Lunturkan Aqidah #Majelis Ulama Indonesia #Rudi S Kamri #fatwa MUI #MUI Sumatera Utara #Youtube Kanal Anak Bangsa