Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Giri Jaya Natha di Balikpapan, Dirintis Polisi dari Bali, Diempon 4 Banjar

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 31 Mei 2023 | 03:55 WIB
BESAR: Pura Giri Jaya Natha Balikpapan merupakan salah satu pura besar yang ada di Balikpapan, Kalimantan Timur. (I GEDE PARAMASUTHA/BALI EXPRESS)
BESAR: Pura Giri Jaya Natha Balikpapan merupakan salah satu pura besar yang ada di Balikpapan, Kalimantan Timur. (I GEDE PARAMASUTHA/BALI EXPRESS)
BALIKPAPAN, BALI EXPRESS - Hindu merupakan agama tertua di Nusantara yang pertama kali masuk melalui wilayah Kalimantan Timur. Agama tersebut terus berkembang di sana hingga saat ini, yang dapat dilihat dari berdirinya pura-pura. Salah satu yang terkenal yakni Pura Giri Jaya Natha.

 

Tempat ibadah tersebut tepatnya berada di Jalan Hendrawan Sie (RE Martadinata), Gunungsari Ilir, Balikpapan Tengah. Koran Bali Express Jawa Pos Grup berkesempatan mengunjungi pura tersebut pada Senin (29/5). Layaknya pura pada umumnya, terdapat Candi Bentar (gapura) sebagai pintu masuk yang menyambut kedatangan korban ini.

 

Pura itu terdiri dari tiga bagian, yakni Nista Mandala (Jaba Sisi), Madhya Mandala (Jaba Tengah), dan Uttama Mandala (Jeroan). Semuanya sudah beralaskan keramik. Nampak kala itu Jero Mangku Ida Bagus Kunta asal Sanur tengah memimpin persembahyangan. Ditemui juga di lokasi, Jero Mangku Ketut Wirata menceritakan sejarah berdirinya pura tersebut.

 

Menariknya, perintisnya adalah polisi-polisi dari Bali yang ditugaskan ke Balikpapan pada tahun 1968. Kemudian diresmikan untuk pertama kalinya oleh Walikota saat itu Asnawi Arbain pada 1980. Pura Giri Jaya Natha direnovasi pada 1995 untuk membangun pelinggih Padma besar, Wantilan dan Candi Bentar. "Dulunya pura ini kecil, namun semakin lama terus berkembang dan meluas," ujar Wirata.

 

Tiga tahun kemudian, dilaksanakan lagi renovasi untuk membangun Bale Pelik, Bale Kulkul, Bale Piasan, dan Bale Gong. Sempat juga dilaksanakan Karya Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Nangun Ayu, dan Mekebat Daun sekaligus piodalan pada 7 Juni 2008. Sementara Puja Wali secara khusus dilaksanakan bertepatan dengan rahina Saraswati.

 

Hingga kini, pengempon pura yang terdaftar dari empat banjar yang masing-masing ada mencapai 60 sampai 90 KK, yaitu Banjar Pura, Banjar Klandasan, Banjar Gunung Polisi dan Banjar Stall Kuda. Umat Hindu yang bersembahyang di sana juga beragam. Tak hanya pendatang dari Bali. Ada juga pendatang dari Jawa, penduduk asli Kalimantan, hingga warga negara asing.

 

"Setiap odalan yang bertepatan Saraswati, ribuan orang datang untuk bersembahyang, tidak hanya yang dari Balikpapan atau Kaltim, dari berbagai daerah Kalimantan juga datang. Kami sampai bagi dua gelombang persembahyangan, ada pagi dan malam," tuturnya. Pria asal Singaraja mengaku hanya belum ada warga agama Hindu dari Suku Dayak.

 

Pihaknya mengharapkan akan ada tambahan Umat Hindu yang datang. Karena ada program dari Kepolisian, salah satunya Kepolisian Daerah Bali akan mengirimkan 60 Bintara ke Balikpapan pada 2024. Selain itu adanya Ibu Kota Nusantara yang baru ini juga diharapkan menambah perkembangan Umat Hindu disana.
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#Pura Giri Jaya Natha di Balikpapan #Diempon 4 Banjar #Dirintis Polisi dari Bali #pura di balikpapan