Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pengakuan Jro Mangku Widhi Soal Jro Jepang, Orang yang Menantangnya dan Nyaris Diamuk Massa

I Wayan Ananda Mustika Putra • Jumat, 1 September 2023 | 02:08 WIB
Potongan video kegaduhan di Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar, Rabu (30/8) malam.
Potongan video kegaduhan di Banjar Pekandelan, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar, Rabu (30/8) malam.

GIANYAR , BALI EXPRESS - Aksi Jro Jepang yang mendatangi Jro Mangku Widhi dan nyaris kena amuk massa di Gianyar memang sudah berakhir. Bagaimana cerita dari pihak Jro Mangku Widhi

Jro Mangku Widhi mengaku tidak dendam terhadap Jro Jepang yang menantang dan mendatanginya ke Gianyar Bali.

Sebab, sebagai orang Bali yang menekuni dunia spiritual selama 40 tahun, Jro Mangku Widhi mengaku sudah memaafkan Jro Jepang setelah dia menyampaikan permohonan maafnya secara live di media sosialnya.

Lalu, seperti apa kronologi sehingga Jro Jepang dan Jro Mangku Widhi bisa bertemu dan berujung nyaris diamuk massa?

Kejadian berawal dari Jro Jepang membuat konten Tiktoknya memperlihatkan pementasan calonarang di desa Abianbase, Kecamatan, Gianyar, Bali.

Pada saat itu Jro mangku Widhi ngayah sebagai tukang undang dan sekaligus ngayah menidurkan watangan.

Dari pelaksanaan penyalonarangannya tersebut Jro Mangku Widhi mengambil arwah/atma pengayah watangan dan di masukkan ke dalam korek.

Pada pertunjukan itulah Jro Jepang mengatakan “oknum pemangku adalah pembohong, mangku ini pake trik yang saya tau itu trik ipnosis.”  

Waktu itu Jro Mangku Widhi tidak tahu bahwa Jro Jepang membuat postingan seperti itu.

Namun karena Jro Mangku Widhi mempunyai paguyuban, salah satu muridnya melaporkan hal tersebut kepadanya.

Muridnya tersebut tidak setuju Jro Mangku diperlakukan seperti itu.

Setelah dihubungi melakukan negosiasi akhirnya Jro Jepang setujui melakukan pertemuan itu pada (30/8) jam 19.00 wita.

“Jro Jepang akan melakukan pemrtemuan untuk pembuktian,” ujar Jro Mangku Widhi.

Kedatangan konten kreator ini bermaksud mengadu kesaktian.

Sebuah susunan acara dibuat, yakni adu ilmu men-downgrade-kan sukma (membuat seseorang tertidur) dan masing-masing bisa menyadarkan.

Ketika Jro Mangku Widi telah beraksi membuat salah satu warga terlelap tidur di atas keramik, Jro Jepang tidak mau untuk menuntaskan adu kesaktian tersebut.

Jro Jepang ini tampak sibuk dengan handphone dan tongsisnya sehingga membuat masyarakat yang menyaksikan adu kesaktian tersebut bersorak.

Dalam suasana gaduh itulah, Jro Jepang nyaris dipukul dan diamuk massa.

“Saya diajak bertarung one by one. Tidak ada tekanan dari pihak manapun. Seperti di medsos. Saya sendiri begitu Beliau tiba, sudah minta teman yang lain untuk tidak pernah menyentuh tamu saya (Jro Jepang). Kalau tidak saya dampingi, mungkin akan beda kejadiannya,” ungkap Penganyah Pemangku Pura Banjar Pakandelan Abianbase ini saat ditemui di kediamannya, Kamis (31/8) siang.

Beruntung saat itu, masyarakat mau mendengarkan permintaan Jro Mangku Widi untuk tak menghakimi Jro Jepang.

“Saat dia pulang, Pak Mangku bersama polisi membuat dia aman, bahkan Pak Mangku doakan supaya dia selamat sampai di rumah,” jelasnya.

Atas kegaduhan yang terjadi, Jro Mangku Widi mengaku sudah melupakan hal tersebut. Terutama setelah Jro Jepang telah mengutarakan permohonan maaf.

“Saya meminta semua orang melupakan hal ini. Saya tak ada dendam, dan tak akan melanjutkan apa pun lagi soal hal tersebut,” ujarnya.

Pesan Jro Mangku Widhi yang sudah 40an tahun belajar ilmu spiritual ini hanya satu, agar siapa pun bahwa ilmu spiritual itu tidak mudah dipelajari.

“Jro Mangku Widhi, tidak akan pernah merendahkan siapa pun. Ada yang mau belajar saya hormati, maka belajar dulu supaya mengerti tatanan etika yang baik. Pak Mangku sudah 40 tahun belajar, sampai saat ini merasa masih belog. Pak Mangku juga tidak pernah upload apa pun di medsos. Karena saya anggap ilmu ini sakral, perlu kita lestarikan kerahasiaannya. Bukan dipamerkan,” jelasnya.

Akharnya setelah meminta maaf Jro Jepang diizinkan pulang oleh Jro Mangku Widhi dan salah satu polisi juga ikut mengamankan warga agar jero jepang tidak diamuk oleh warga.

Jro Jepang tetap menghidupkan live agar jika nantinya terjadi apa-apa dengan dirinya vidio live tersebit menjadi tanda buktinya.

 

ATUSIAS: Antusiasme masyarakat Desa Dono dalam mengikuti pawai
ATUSIAS: Antusiasme masyarakat Desa Dono dalam mengikuti pawai
Capture Sesi Shopee Live Baim Wong
Capture Sesi Shopee Live Baim Wong
Capture IG Baim Wong
Capture IG Baim Wong
METROPOLITAN: Suasana padatnya kendaraan di Jakarta sebabkan pencemaran udara. (IG jalanjalandiindonesia)
METROPOLITAN: Suasana padatnya kendaraan di Jakarta sebabkan pencemaran udara. (IG jalanjalandiindonesia)
Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #jro jepang #calonarang