Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Acong Asal Karangasem Bali yang Malam Angkut Pasir, Pagi Jadi Sopir Logistik Pemilu 2024

Dian Suryantini • Jumat, 9 Februari 2024 | 22:33 WIB
Acong mengangkut logistik Pemilu 2024 yang didistribuksikan di Keluharan Kampung Bugis, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat, 9 Februari 2024.
Acong mengangkut logistik Pemilu 2024 yang didistribuksikan di Keluharan Kampung Bugis, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat, 9 Februari 2024.

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Ketut Mustiana adalah salah satu sopir logistik Pemilu 2024 di Kabupaten Buleleng, Bali.

Acong-panggilan akrabnya adalah salah satu dari 6 sopir truk yang terlibat pada Pemilu 2024. Mereka merupakan satu komunitas sopir truk.

Tak hanya Pemilu 2024, jasa Acong dan teman-temannya sudah beberapa kali dibutuhkan untuk membantu distribusi kebutuhan pemilu ke sekitar kota hingga ke pelosok desa di Buleleng.

Selain dikenal sebagai sopir angkut logistik, Acong juga seorang sopir truk yang biasa angkut pasir.

Saat pemilu tiba, ia harus membagi waktu. Malam angkut pasir, pagi angkut logistik pemilu.

Dua sisi dari sebuah kisah pekerja keras yang tak pernah berhenti bergerak demi menjaga roda kehidupan tetap berputar.

Begitulah aktivitas Acong beberapa hari terakhir ini. Ia kerap pergi malam hari untuk mengambil pasir di Karangasem dibawa ke Buleleng.

Saat pagi hari ia langsung menuju gudang logistik KPU Kabupaten Buleleng di Desa Pemaron, Buleleng. Tumpukan logistik telah menanti untuk diangkut oleh Acong.

“Ya, syukuri saja. Kebetulan saya dipercaya untuk itu ya saya lakukan,” ujar Acong saat ditemui disela-sela pengiriman logistik, Jumat, 9 Februari 2024.

“Saat pemilu tahun 2019, ada 30 truk yang angkut. Dulu situasinya tidak seperti sekarang. Saya dan teman-teman lain angkut logistik sampai subuh. Benar-benar perlu tenaga ekstra saat itu. Sekarang sudah rapi, cuma 6 truk saja sudah bisa,” kata dia.

Lelaki murah senyum ini sudah menjadi langganan jasa pengiriman logistik pemilu.

Meski ia tahu mengangkut logistik pemilu lebih berat dari mengangkut pasir, ia tetap bersedia.  Baginya, bekerja untuk negara adalah suatu keistimewaan.

“Tanggungjawabnya lebih berat angkut logistik. Belum lagi kalau logistiknya rusak karena terbentur, robek misalnya kalau tidak rapi dalam truk. Belum lagi hujan, waswas logistiknya basah,” ungkap Acong.

“Ini sebagian besar dari kertas, kalau rusak di mana lagi cari logistiknya. Kalau angkut pasir ya santai, mau hujan atau bagaimana ya gas aja. Tapi tetap pelan-pelan. Berat juga,” tuturnya sembari sesekali menyeka keringat didahinya.

Sejatinya, ia berasal dari Banjar Pedahan, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Saat ini Acong berdomisili di Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning, Singaraja bersama keluarganya.

Profesinya sebagai sopir truk pengangkut pasir telah lama ia lakukan, sedangkan perannya sebagai sopir pengangkut logistik sudah tiga kali ia lakukan.

Mulai dari Pilpres 2014, Pilpres 2019 dan kini Pilpres 2024. Pun demikian, Acong enggan membeberkan jumlah angka yang dikantongi setiap jasanya dibutuhkan.

“Iya, sudah tiga kali. Lumayan untuk penghasilan tambahan. Saya kan cuma sopir truk pasir. Saya terima saja berapa ongkosnya, saya ngikut aja, asal cocok ya jalan,” ujarnya sambil tertawa malu-malu. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#sopir truk #bali #pemilu 2024 #karangasem #buleleng