BALIEXPRESS.ID – Sosok Komang Anik Sugiani kini tengah menjadi perbincangan.
Anik Sugiani adalah seorang perempuan yang baru saja menerima penghargaan Kalpataru kategori perintis 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Penghargaan itu diberikan kepada Anik Sugiani lantaran konsisten mengelola sampah plastik. Sampah-sampah itu ia kumpulkan dari warga.
Anik Sugiani memulai kiprahnya pada tahun 2009 dengan keyakinan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga, sebelum menyebar ke lingkungan sekitar.
Pada tahun 2016, ia membentuk komunitas untuk memperluas gerakannya, karena ia menyadari bahwa kegiatan lingkungan tidak bisa dilakukan sendirian.
Pada tahun 2020, Anik Sugiani mendirikan Yayasan Proyek YOTI Bali di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Yayasan ini berfokus pada pengelolaan sampah menjadi barang bernilai ekonomi.
Dalam proses pengolahan sampah tersebut, ia mengajak ibu rumah tangga dan anak-anak yang tinggal di sekitar yayasan.
Para ibu rumah tangga itu diajarkan untuk membentuk suatu produk yang dapat dijual.
Anak-anak dididik untuk memilah sampah serta diedukasi mengenai bahaya sampah plastik.
Yayasan ini mampu mengelola sekitar 24,6 ton sampah plastik per tahun. Selain itu, yayasan ini juga memproduksi eco-enzyme dari sampah organik dan memberdayakan petani untuk kembali menggunakan pupuk organik.
“Kami berupaya meminimalisir penggunaan bahan kimia demi kesehatan dan lingkungan yang lebih baik,” kata Sugiani belum lama ini.
Usaha Sugiani dalam mengelola sampah telah menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memberikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga.
Produk-produk dari yayasan, seperti sofa dari ecobrick dan bantal dari cacahan plastik, telah dipasarkan hingga luar Bali.
Yayasan Proyek YOTI Bali juga bekerja sama dengan berbagai komunitas dan pemerintah desa dalam menjalankan program grebek sampah.
Mereka mengumpulkan sampah dari rumah-rumah dan menukarkannya dengan sembako atau tanaman. Sugiani menekankan pentingnya edukasi lingkungan sejak dini.
“Kami mengajak anak-anak karena mereka adalah generasi penerus. Dengan mendidik mereka sejak kecil, kepedulian terhadap lingkungan akan terbangun dan terus berkembang,” ujarnya.
Dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi, Sugiani berharap Yayasan Proyek YOTI Bali dapat terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalpataru adalah bonus, tapi yang terpenting adalah keberlanjutan dan konsistensi dalam berkegiatan,” kata dia. (*)
Editor : I Made Mertawan