Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Versi Sejarah Desa Tumbak Bayuh di Bali: Keduanya Berkaitan dengan Tombak?

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 16 Agustus 2024 | 00:49 WIB
Tampak depan Kantor Desa Tumbak Bayuh.
Tampak depan Kantor Desa Tumbak Bayuh.

BALIEXPRESS.ID - Desa Tumbak Bayuh yang berlokasi di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, memiliki sejarah yang unik.

Nama desa ini diambil dari nama Tombak yang bekaitan dengan Kerajaan Mengwi.

Ada dua versi sejarah nama desa Tumbak Bayuh yang berkembang di masyarakat.

Berdasarkan sejarah Desa Tumbak Bayuh dari laman websitenya, tidak ada sumber pasti yang disebutkan.

Namun ada cerita yang dipercaya oleh masyarakat di desa tersebut secara turun temurun.

Pertama, nama desa Tumbak Bayuh berasal dari Tombak Ayu yang diperoleh dari wilayah Jimbaran.

Diceritakan, dalam pemerintahan I Gusti Agung Putu sebagai Raja Mengwi mengutus seseorang kepercayaannya untuk menuju daerah Jimbaran.

Orang tersebut adalah I Gusti Ngurah Panca yang merupakan keturunan dari I Gusti Ngurah Suna Sakti dari Tabanan.

Dalam cerita ini I Gusti Ngurah Panca sudah pindah ke Mengwi, dan perintah raja diterimanya saat Jimbaran masih menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Mengwi.

I Gusti Ngurah Panca bergerak ke Jimbaran didampingi anaknya beserta sejumlah pengikut setianya.

Setibanya di Jimbaran, ia pun mendapatkan tombak yang diinginkan, lantas kembali ke Mengwi.

Dalam perjalanannya, ia beristirahan di tepi siring yang saat ini bernama Desa Tumbak Bayuh.

Beliau pun mendapatkan petunjuk untuk menempatkan tombak tersebut ditempatnya beristirahat.

Kemudian perjalanan kembali dilanjutkan, namun sebelum berangkat Ia meminta pengkutnya membangun Pelinggih Pengeling-eling.

Pembangunannya pun dilakukan di tempat tombak tersebut.

Sehingga lama kelamaan tempat itu diberi nama Tombak Ayu atau Tumbak Bayuh yang dikenal saat ini.

Sementara cerita kedua, Desa Tumbak Bayuh berasal dari nama Tumbak Bayur.

Diceritakan, pada masa pemerintahan I Gusti Agung Munggu yang menjadi raja di Munggu, ia memiliki prajurit yang amat sakti.

Prajurit tersebut bersenjatakan tombak dari bahan kayu bayur.

Ternyata lokasi pohon kayu bayur untuk bahan tombak ini adalah berada di hutan bayur.

Lokasi hutan bayur ini pun berada di Desa Tumbak Bayuh, sehingga dulunya diberi nama Tombak Bayur.

Sebab di lokasi tersebut tumbuh subur bahan yang digunakan sebagai tombak.

Sehingga di lokasi tersebut kini sudah berubah nama yakni Desa Tumbak Bayuh. ***  

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #mengwi #Tumbak Bayuh #sejarah #desa #kerajaan #badung #tombak