BALIEXPRESS.ID - Mujahid Ghoni Abdullah, S.T , adalah seorang pendiri "TukangBangun.id," di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ada kisah inspiratif tentang perjalanan hidupnya dan visi bisnisnya yang menarik untuk disimak sebagai pembelajaran untuk mencapai sukses dengan tidak sombong.
Dia tumbuh dari keluarga sederhana dengan latar belakang keluarga miskin di kampung.
Kakek Mujahid Ghoni Abdullah adalah orang termiskin di kampungnya. Dia merupakan orang yang terpinggirkan yang tinggal di pinggir sungai.
Dengan kondisi hidup seperti itu, kakek Mas Ghoni berupaya agar nasib anak dan cucunya tidak seperti itu.
Hal inilah yang diajarkan kepada anaknya yaitu ayah Mas Ghoni hingga diteruskan kepada dirinya.
Satu hal yang diambil hikmahnya oleh Mas Ghoni adalah ayahnya tak pernah kenal lelah dalam bekerja, dari pelayan tukang, hingga menjadi tukang dan mandor.
“Hal ini memotivasi saya untuk mengangkat derajat keluarga besar. Saya berharap kelak anak cucu saya tidak seperti ayah dan kakek saya,” ujarnya melalui chanel “Pecah Telur Academy”
Orang tuanya selalu mengajarkan Ghoni agar sabar, syukur dan ikhlas yang hingga kini menjadi pegangan hidupnya.
Motivasi untuk memperbaiki kehidupan keluarganya mendorong Mas Ghoni untuk membangun bisnis konstruksi yang fokus pada jasa rancang dan bangun rumah.
Belajar dari kegigihan sang ayah, akhirnya Ghoni menjadi seorang miliarder dengan mendirikan sebuah biro jasa bernama Tukang Bangunan yang bergelut di bisnis konstruksi bangunan.
Ia memilih fokus sebagai kontraktor daripada developer karena perbedaan manajemen dan risiko yang lebih tinggi dalam bisnis developer.
Selain itu, keberadaan SDM juga menjadi alasan sehinggga dia memutuskan untuk menekuni jasa kontraktor.
“Kami banyak punya tukang-tukang di kampung yang harus disalurkan dan diberi pekerjaan,” ucapnya.
Bisnis "TukangBangun.id" berkembang dengan pendekatan yang berpusat pada kebutuhan pelanggan, terutama bagi mereka yang ingin membangun rumah impian sesuai keinginan.
Perusahaan ini kini mencanangkan visi untuk "Go Nasional" dengan ekspansi ke wilayah Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua. Hal ini dimulai dengan pembukaan kantor cabang di Bekasi.
Mas Ghoni juga merefleksikan perjalanan hidupnya yang mengajarkannya bahwa meskipun memiliki uang miliaran rupiah, tidak ada perubahan besar dalam hidupnya.
Prinsip sabar, syukur, dan ikhlas yang diajarkan oleh orang tuanya menjadi pegangan dalam menghadapi tantangan hidup dan bisnis.
Dengan usaha tersebut, dia berhasil mempekerjakan karyawan sekitar 35 orang, mulai dari arsitek, teknik sipil, keuangan dan lainnya. Kemudian ada tukang, pembantu tukang dan mandor sebanyak 300 orang.
Rata-rata karyawannya memiliki loyalitas tinggi dan cukup solid, jarang terjadi keluar masuk karyawan dalam waktu cepat.
Para karyawan merasa nyaman dengan menerapkan budaya “RAPI” yaitu, ramah, amanah, professional dan inovatif.
Dengan penghasilan yang sudah mencapai miliaran, tidak labntas membuat Ghoni sombong.
Editor : Nyoman Suarna