Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Mbok Satinem: Penjual Lupis Legendaris yang Mendunia dan Jadi Langganan Soeharto

I Putu Suyatra • Jumat, 20 Desember 2024 | 23:29 WIB
Mbok Satinem, penjual lupis legendaris (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
Mbok Satinem, penjual lupis legendaris (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

BALIEXPRESS.ID - Di sudut Jalan Bumijo, Jetis, Kota Jogja, terdapat sebuah lapak kecil yang selalu ramai dipadati pembeli sejak pagi. Di sanalah Mbok Satinem, seorang penjual lupis legendaris, menjalani rutinitasnya.

Nama Mbok Satinem tak asing lagi bagi warga Jogja, bahkan telah mendunia setelah tampil dalam serial Netflix "Street Food Asia", yang mengangkat kisahnya.

Lupis Khas Mbok Satinem: Cita Rasa yang Tiada Duanya

Lupis buatan Mbok Satinem dikenal memiliki rasa autentik yang sulit ditandingi.

Dibuat dari ketan, disajikan dengan parutan kelapa dan gula aren, kuliner sederhana ini sukses memikat lidah siapa saja yang mencicipinya.

Pembeli pun rela antre panjang untuk menikmati hidangan legendaris ini, meski lapaknya hanya berupa meja kecil selebar kurang dari dua meter.

Uniknya, di tengah antrean panjang, sosok Mbok Satinem kerap tidak terlihat karena tertutup kerumunan pembeli yang sabar menunggu giliran.

Kisah Menarik di Balik Lupis Legendaris

Di balik kelezatan lupisnya, tersimpan banyak cerita menarik. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah tentang Soeharto, Presiden kedua Indonesia, yang pernah menjadi langganannya.

Kala itu, ajudan Soeharto rutin membeli lupis Satinem sebagai kudapan untuk sang presiden.

Tak hanya masyarakat lokal Jogja, lupis Mbok Satinem juga kerap diburu oleh pelancong dari luar kota hingga turis mancanegara.

Siapa sangka, sebuah lapak sederhana di Jogja mampu menarik perhatian dunia.

Rahasia Tradisional dan Resep Turun Temurun

Mbok Satinem telah berjualan lupis sejak 1963, ketika ia baru berusia 18 tahun. Hingga kini, proses pembuatan lupisnya tetap dijaga secara tradisional.

Ia masih menggunakan benang untuk memotong lupis dan daun pisang sebagai pembungkus, menjaga cita rasa autentik yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Selain lupis, Mbok Satinem juga menjual kuliner tradisional lain seperti cenil, gatot, tiwul, dan bubur sumsum.

Semua dibuat dengan sepenuh hati, menjadi bukti cintanya pada warisan kuliner Nusantara.

Rahasia Panjang Umur Mbok Satinem

Di usia 78 tahun, Mbok Satinem masih terlihat sehat dan energik. Apa rahasianya?

Ia mengungkap bahwa aktivitas sehari-hari seperti membuat dan berjualan lupis justru menjadi sumber kebahagiaannya. Selain itu, ia rutin mengonsumsi jamu untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

“Yang penting pikiran senang dan jualan ini sekaligus buat hiburan,” ujar Mbok Satinem.

Warisan untuk Generasi Selanjutnya

Dari hasil berjualan lupis, Mbok Satinem berhasil menyekolahkan salah satu cucunya hingga perguruan tinggi, sebuah pencapaian yang membanggakan.

Ia berharap, semangat menjaga tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Cerita Mbok Satinem adalah bukti bahwa di balik makanan sederhana, terdapat perjalanan panjang dan dedikasi luar biasa.

Siapa sangka, lupis yang lahir dari dapur kecil di Jogja bisa menjadi ikon kuliner yang dicari hingga ke mancanegara? *** 

 

 
Editor : I Putu Suyatra
#Mbok Satinem #lupis #jogja #legendaris #soeharto #presiden