BALIEXPRESS.ID - Kadek Sonia Piscayanti, kelahiran Singaraja pada 4 Maret 1984, adalah figur inspiratif dalam dunia sastra dan seni budaya Indonesia, khususnya dari Bali Utara.
Ia merupakan dosen sastra di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.
Sonia dikenal sebagai pendiri Komunitas Mahima dan Mahima Institute Indonesia yang fokus pada pengembangan pendidikan dan seni budaya di wilayahnya.
Baca Juga: Ditinggal Mandi, Bayi 4 Tahun di Karangasem Masuk Gorong-Gorong: Kok Bisa?
Karya-karya Kadek Sonia mencakup cerpen, prosa, puisi, naskah drama, dan esai yang telah dipublikasikan di berbagai media lokal, nasional, hingga internasional.
Kemampuannya dalam menulis dan berkarya telah membawanya ke berbagai forum bergengsi.
Pada tahun 2012, ia mendapat kesempatan melalui Overseas Mobility Program untuk belajar di Griffith University, Australia.
Setahun kemudian, Sonia diundang sebagai salah satu penulis perempuan dalam pertemuan penulis se-Asia Pasifik di OzAsia Festival, Adelaide, Australia.
Selain itu, Sonia menulis dan menyutradarai pementasan seni yang mendapatkan hibah dari program Dikti ke Eropa.
Pementasan ini digelar di Belanda dan Prancis pada tahun 2014, menegaskan kiprah internasionalnya dalam dunia seni budaya.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah penghargaan Widya Pataka untuk karya sastra Perempuan Tanpa Nama pada tahun 2015.
Pada 2018, Sonia menerima Hibah Ford Foundation melalui program Cipta Media Ekspresi dengan proyek teater dokumenter 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah.
Dalam rangkaian proyek tersebut, ia juga menjadi keynote speaker di International Conference on Creative Teaching, Assessment, and Research di Melaka, Malaysia.
Di sana, ia menampilkan karya The Breath of 11 Mothers, sebuah seni pertunjukan kolaboratif dengan seniman Italia dan kolega kampus.
“Dalam perjalanan kisah ini, tersusun sebuah narasi indah bahwa seorang ibu tak pernah benar-benar selesai menjadi dirinya. Ia terus bertumbuh, memperbarui dirinya dengan pelajaran dan pengalaman yang senantiasa hadir, menjadikannya makhluk yang senantiasa menemukan versi terbaik dari dirinya,” kata Sonia.
Jejak kreatif Kadek Sonia juga meluas ke berbagai negara lain seperti Thailand, China, Macau, India, dan Nepal.
Ia beberapa kali terlibat sebagai kurator di Ubud Writers and Readers Festival, membuktikan posisinya sebagai salah satu figur penting dalam dunia sastra Indonesia.
Selain sibuk berkarya, Sonia juga memiliki pengalaman sebagai pembawa acara berita di Radio Guntur Bali.
Sejak masa mudanya, ia menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap pendidikan.
Selalu berada di kelas unggulan, Sonia mengisi hari-harinya dengan membaca, berkarya, serta mendalami teater dan sastra.
Kadek Sonia Piscayanti adalah cerminan dari kekuatan dan potensi perempuan dalam berkarya di ranah seni dan sastra.
Dengan dedikasinya, ia telah mengharumkan nama Bali dan Indonesia di kancah internasional, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus mengejar impian mereka. (*)
BIODATA
Nama : Kadek Sonia Piscayanti
Tempat/tanggal lahir : 4 Maret 1984
Usia : 41 tahun
Hobi : Membaca, menulis
Zodiac : Pisces
Instagram : @soniapisca
Editor : Nyoman Suarna