Kebab yang Dujual Warga Turki Viral di Denpasar: Stand Ramadan yang Bikin Penasaran dan Selalu Ramai Pembeli
Putu Resa Kertawedangga• Rabu, 5 Maret 2025 | 13:33 WIB
Kebab Testo Turki milik Mehmet Ugur Duyu, warga asli Turki yang berjualan bersama istrinya, Sri Kestari Hilda di Denpasar.
BALIEXPRESS.ID - Saat bulan Ramadan tiba, Kampung Jawa Wanasari, Denpasar, Bali, berubah menjadi surga kuliner dengan deretan penjual takjil dan makanan khas.
Namun, ada satu stand yang mencuri perhatian dan viral di media sosial, yaitu "Kebab Testo Turki" milik Mehmet Ugur Duyu, warga asli Turki yang berjualan bersama istrinya, Sri Kestari Hilda.
Kebab Asli Turki, Resep Turun Temurun
Kebab yang dijual di stand ini benar-benar otentik karena seluruh proses pembuatannya dikerjakan langsung oleh Mehmet.
Menggunakan daging ayam dan sapi segar, ia mengolah sendiri semua bumbu rahasia yang diwarisi dari ibunya yang merupakan chef di Turki.
Sri mengungkapkan, dirinya hanya membantu berjualan, sementara suaminya yang mengurus semua proses memasak.
“Kebab semua resepnya dari suami, jadi semua yang bikin suami, dari bumbu sampai cara pembikinannya. Saya hanya bisa jual saja,” kata Sri saat ditemui, Senin (3/3).
Laris Manis, 60 Porsi Habis Setiap Hari
Meski baru tiga hari berjualan, stand ini langsung kebanjiran pembeli. Dalam sehari, mereka mampu menjual hingga 60 porsi kebab, dengan kebab sapi menjadi favorit pelanggan.
Bahkan, stok yang biasanya 50 porsi per hari ditambah menjadi 60 porsi selama Ramadan, dan kemungkinan akan terus bertambah.
“Stoknya biasanya 50 per hari, kalau Ramadan ini ditambah 10 per hari. Besok mungkin ditambah lagi karena banyak yang belum kebagian,” ujar Sri.
Viral Berkat TikTok, Pembeli Berdatangan dari Berbagai Wilayah
Popularitas kebab ini semakin melejit setelah salah satu pembeli mengunggah video ke TikTok.
Video tersebut menjadi viral, mengundang rasa penasaran warga yang datang dari berbagai penjuru Denpasar untuk mencicipi kebab asli Turki.
“Alhamdulillah ada yang memviralkan. Banyak yang ke sini bilang tahu dari TikTok, saya sendiri nggak tahu TikTok apa,” ucap Sri sambil tersenyum.
Ekspansi ke Car Free Day dan Lokasi Lainnya
Tak hanya berjualan saat Ramadan, pasangan ini juga sering membuka stand saat Car Free Day dan di depan beberapa toko modern, seperti di Jalan Padma, Penatih, dan Jalan Gatsu VI.
Usaha ini ternyata bukan yang pertama mereka jalankan, karena sebelumnya mereka sempat menjual bakery khas Turki secara online.
“Banyak yang tanya, karena suami dari Turki, kenapa nggak jualan kebab. Jadi kami coba jualan kebab dan alhamdulillah rame,” ungkap Sri.
Rasa Autentik yang Menggugah Selera
Dalam sehari, mereka menghabiskan 3 kg daging ayam dan 3 kg daging sapi untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Kombinasi daging segar dengan bumbu rahasia khas Turki menjadi daya tarik utama yang membuat pembeli rela mengantre panjang.
Dengan cita rasa autentik, kisah perjuangan, dan kehangatan pasangan ini dalam melayani pelanggan, tak heran jika "Kebab Testo Turki" menjadi kuliner viral yang wajib dicoba saat berada di Denpasar. Jadi, jangan sampai kehabisan, ya! ***