BALIEXPRESS.ID - Kadek Melly Mudiani (23), wanita asal Kabupaten Buleleng, Bali, korban kecelakaan di Amerika Serikat (AS) ternyata menyimpan cita-cita mulia yang membawanya jauh ke negeri Paman Sam.
Remaja asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini ingin menorehkan prestasi di kancah internasional, demi mengangkat reputasi bangsa di mata dunia.
Malam Pengerupukan, Jumat (28/3), menjadi momen terakhirnya berkomunikasi dengan sang ayah, Ketut Wandika (53).
Baca Juga: Bayi Terlantar di Inhil: Kisah Pilu di Balik Tangisan Subuh, Bikin Seorang Ibu Berkaca-kaca
Dalam percakapan itu, Melly meminta ayahnya membuatkan video kreasi ogoh-ogoh di desanya.
Ia ingin merasakan suasana perayaan Nyepi dari kejauhan, sembari merajut mimpi di tanah Amerika.
"Dia ingin melihat ogoh-ogoh di kampung halaman. Katanya, rindu suasana Nyepi di Bali," kenang Ketut Wandika, sang ayah, dengan suara bergetar.
Namun, takdir berkata lain. Kabar duka datang dari New Orleans, Amerika Serikat, pada Sabtu (29/3). Atau bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
Melly meninggal dunia akibat kecelakaan tragis, memupus harapan dan cita-cita mulianya.
Perjalanan Melly ke Amerika Serikat bukan sekadar magang biasa. Ia ingin belajar dan mengukir prestasi, agar kelak bisa membawa manfaat bagi kampung halamannya.
"Dia pernah bilang, tidak mungkin terus-terusan jadi imigran. Kita kejar reputasi di negara migran, dan apa yang kita pelajari di sana, bisa diterapkan di kampung halaman," tutur Ketut Wandika, menirukan cita-cita mulia anaknya.
Melly dikenal sebagai sosok remaja yang gigih dan berprestasi. Mimpi magang ke luar negeri sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, namun ia tak patah semangat.
Pada November 2024, dengan usaha sendiri, ia berhasil mewujudkan mimpinya.
"Dari awal, Melly tidak pernah kami arahkan. Keinginannya untuk bekerja di luar negeri itu murni inisiatif sendiri," jelas Wandika.
Kini, keluarga hanya bisa berharap agar jenazah Melly segera dipulangkan ke Bali.
Pihak kepolisian setempat, FBI, dan pengacara Melly tengah bekerja keras untuk mewujudkan harapan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Buleleng pun turut membantu proses pemulangan jenazah.
"Kami terus berupaya agar jenazah bisa segera dipulangkan. Kita bantu proses asuransinya dan ada urunan dari berbagai pihak," ujar Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra.
Semoga cita-cita mulia Melly menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, dan keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. ***
Editor : I Putu Suyatra