BALIEXPRESS.ID - Siapa sangka, di balik gemerlap wisata kuliner seafood Pulau Serangan, Denpasar, Bali, tersimpan kisah inspiratif seorang pria visioner. Made Kanan Jaya, nama di baliknya, melihat potensi tersembunyi di tumpukan limbah kulit kerang yang dulunya terbuang percuma.
Sejak tahun 2007, sentuhan magis pria kelahiran Serangan 60 tahun lalu ini mengubah "sampah" laut menjadi mahakarya cinderamata yang kini memikat wisatawan dan bahkan menembus pasar internasional.
Awalnya seorang pekerja pariwisata, Kanan Jaya tak tega melihat limbah kulit kerang berserakan di sekitar rumahnya.
Baca Juga: Gagal Nyalip, Motor Bonceng Anak 7 Tahun Tabrakan dengan Pikap di Kintamani
Naluri kreatifnya mendorongnya untuk bereksperimen, menghasilkan beragam produk unik seperti jepit rambut, gelang, hingga bingkai foto yang langsung mencuri perhatian para wisatawan yang menjadi kliennya.
"Awalnya saya adalah pekerja pariwisata, namun karena melihat ada potensi yang besar dari limbah kulit kerang yang ada di sekitar rumah saya, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba membuat cinderamata berbahan kulit kerang ini," ungkap Kanan Jaya dengan penuh semangat.
Keterbatasan pemasaran tak menyurutkan semangatnya. Setelah berhasil menciptakan produk kerajinan kulit kerang, Kanan Jaya mengaku sempat kebingungan memasarkannya.
Namun, ia tak menyerah dan mencoba menawarkan langsung kepada wisatawan yang menjadi pelanggannya.
Sambutan positif tak disangka-sangka. Para wisatawan menyukai keunikan dan keindahan kerajinan kulit kerang buatannya.
Dari sanalah, Kanan Jaya semakin termotivasi untuk memproduksi lebih banyak lagi hingga akhirnya membentuk kelompok usaha bernama "Sea Sell Crafting King Saguna Jaya" di Pulau Serangan.
Langkah ini menjadi titik balik, membuka pintu pasar yang lebih luas. Tak hanya meramaikan etalase oleh-oleh di Bali, kreasi kulit kerang Serangan ini kini melanglang buana hingga Papua, bahkan diekspor ke destinasi eksotis seperti Maldives dan Hawaii.
"Bahkan pasarnya pun lebih luas, dari awalnya kepada wisatawan yang saya bawa, akhirnya saya ikut pameran baik yang ada di Bali maupun yang ada di luar Bali, bahkan sampai ke Papua," jelasnya.
Kini, produk yang dihasilkan pun semakin beragam, tak sekadar cinderamata kecil, namun juga merambah ke lampu tidur artistik, keben (wadah sesaji tradisional Bali) yang elegan, hingga dekorasi rumah yang unik.
Kisah Made Kanan Jaya membuktikan bahwa dengan kreativitas dan ketekunan, limbah pun bisa bertransformasi menjadi sumber penghidupan dan kebanggaan, mengharumkan nama Pulau Serangan di mata dunia.
Para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Serangan kini tidak hanya disuguhi dengan kelezatan kuliner seafood, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membawa pulang buah tangan yang unik dan memiliki cerita inspiratif di baliknya.
Kerajinan kulit kerang karya Made Kanan Jaya bukan hanya sekadar oleh-oleh, tetapi juga simbol dari inovasi dan semangat untuk mengubah keterbatasan menjadi kekuatan. ***