Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Gugup Jadi Ciri Khas, Inilah Sosok Camat Bangli Selalu Selipkan Pantun dalam Sambutan

I Made Mertawan • Kamis, 8 Mei 2025 | 16:15 WIB
Camat Bangli Sang Made Agus Dwipayana.
Camat Bangli Sang Made Agus Dwipayana.

BALIEXPRESS.ID- Menyimpan tali di bawah atap

Talinya kuat sekuat besi

SD di Bangli memang mantap

Gurunya hebat, siswanya berprestasi.

Demikian salah satu pantun Camat Bangli Sang Made Agus Dwipayana saat memberikan sambutan dalam kegiatan Lomba Janger tingkat SD se-Kecamatan Bangli, Selasa (29/4/2025) lalu.

Gaya kepemimpinan Dwipayana tak hanya dikenal lugas, tetapi juga unik.

Sejak dilantik sebagai Camat Bangli pada 2022, Dwipayana konsisten menyisipkan pantun dalam setiap sambutannya.

Sambutannya seperti tidak lengkap tanpa pantun. Tak tanggung-tanggung, minimal dua pantun selalu ia bawakan.

Satu pantun pembuka dan satu sebagai penutup. Bahkan, tak jarang ia menambahkan pantun di tengah-tengah pidatonya.

Kebiasaan berpantun itu ternyata berawal dari upayanya mengatasi demam panggung.

Sejak duduk di bangku SD, Dwipayana mengaku gugup saat harus berbicara di depan umum.

Namun saat menjabat sebagai camat, ia menyadari bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah keharusan.

“Pantun ini jadi cara saya melatih diri,” ujar pria kelahiran 23 Agustus 1981 asal Bebalang, Bangli.

Bapak tiga anak ini mengungkapkan bahwa awalnya pantun hanya digunakan sebagai pengantar agar suasana lebih santai.

Pantun-pantun itu ia siapkan sebelum acara berlangsung. Namun, seiring waktu, gaya tersebut justru menjadi ciri khasnya.

Tak jarang, para tamu undangan dan peserta acara meminta tambahan pantun darinya.

“Biasanya saya siapkan pantun sesuai tema kegiatan dan pejabat yang hadir, tapi bisa saja setelah sambutan selesai, malah diminta pantun tambahan. Ya, harus berpantun lagi,” ujar lulusan STPDN tahun 2003 ini sambil tersenyum.

Kini, selain dikenal sebagai pemimpin wilayah, Dwipayana juga dijuluki “Camat Berpantun” oleh rekan-rekannya.

Gaya komunikasinya yang hangat, kreatif, dan menghibur membuat setiap acara yang dihadirinya terasa lebih hidup dan penuh kesan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Sang Made Agus Dwipayana #pantun #bangli