Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Bhayu Koyogan, Alumni BRTV yang Kini Nyaman Jadi Tukang Ledeng

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 28 Mei 2025 | 13:32 WIB
I Putu Gede Bhayu Mahendra, atau yang akrab disapa Bhayu Koyogan bersama sang istri.
I Putu Gede Bhayu Mahendra, atau yang akrab disapa Bhayu Koyogan bersama sang istri.

 

BALIEXPRESS.ID – Suara merdunya pernah menggema di panggung bergengsi Bintang Radio dan Televisi (BRTV) tahun 2005. Kini, meskipun berprofesi sebagai karyawan Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan (PDAM Tabanan), semangat dan kecintaannya terhadap dunia tarik suara tetap tak pernah padam. Ia adalah I Putu Gede Bhayu Mahendra, atau yang akrab disapa Bhayu.

Lahir di Tabanan pada 16 Februari 1985, bakat seni Bhayu mulai terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, secara tak sengaja kepala sekolahnya menunjuk Bhayu untuk mengikuti lomba menyanyi. Dari situlah benih kecintaan pada musik mulai tumbuh. "Sebenarnya tidak sengaja, karena dulu saya ditunjuk untuk ikut lomba bernyanyi oleh kepala sekolah saya," ujarnya.

Tahun 2005 menjadi tonggak awal perjalanan musiknya. Ia berhasil meraih juara 3 dalam ajang BRTV yang diselenggarakan salah satu stasiun televisi di Bali. Namanya semakin dikenal, dan ia kerap diundang untuk mengisi acara-acara hiburan berkat suara emasnya. Bahkan, ia sempat merilis sebuah lagu berjudul Nakep Balang Dadue ciptaan Komang Raka dengan nama panggung Bhayu Koyogan.

Tak hanya piawai bernyanyi, Bhayu juga dikenal mahir dalam seni tabuh dan tari. Dunia seni benar-benar menjadi bagian dari dirinya.

Sebelum bergabung dengan Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan pada 2015, Bhayu sempat bekerja di sektor pariwisata. Kini, meskipun sudah beralih profesi sebagai tukang ledeng, panggilan untuk tampil menyanyi masih sering menghampirinya. Ia tetap setia menghibur masyarakat dalam berbagai acara di Tabanan dan sekitarnya. "Ya karena kesibukan sekarang sudah jarang (tampil bernyanyi), tapi sesekali masih lah menghibur," lanjutnya.

Tinggal di Jalan Sriwijaya, Tabanan, Bhayu menjalani kehidupan bersama istrinya, Ni Luh Putu Herani Mikarsi, dan dua orang anak: I Putu Gede Abhinaya Danendra serta Ni Kadek Vinaya Deandra.

Bhayu adalah contoh nyata bahwa hobi dan profesi bisa berjalan beriringan. Di balik kesibukannya sebagai abdi masyarakat di sektor air bersih, seni tetap menjadi ruang untuk menyalurkan jiwa dan menginspirasi. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bhayu koyogan #Menghibur #penyanyi #suara emas #profil #bernyanyi #tabanan #tukang ledeng