Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Prawira Hadiwidjojo: Dari Penjaga Ketat Narkotika hingga Kalapas Termuda di Tabanan

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 5 Juni 2025 | 13:57 WIB

Prawira Hadiwidjojo
Prawira Hadiwidjojo

BALIEXPRESS.ID – Siapa sangka, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kabupaten Tabanan menjadi tonggak sejarah bagi seorang pria kelahiran Surabaya, 22 Februari 1984.

Bagi Prawira Hadiwidjojo, Lapas Tabanan bukan sekadar tempat tugas, melainkan awal mula perjalanannya sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas).

Lantas, bagaimana seorang pemuda berusia 40 tahun ini bisa meraih posisi strategis tersebut, bahkan disebut-sebut sebagai Kalapas termuda di Indonesia?

Baca Juga: Tiga Remaja Jombang Nekat ke Bali Tanpa Bekal, Kelaparan Saat Diamankan di Gilimanuk

Perjalanan Karier yang Penuh Tantangan

Ditemui di Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, yang akrab disapa Wira, berbagi kisah perjalanannya sejak lulus dari Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) Jakarta pada tahun 2007.

“Setelah lulus dari AKIP, saya mendapat tugas di Nusa Kambangan. Selanjutnya penugasan pertama saya di Lapas Kelas I Surabaya sebagai staf pengamanan,” jelasnya.

Dari sana, karier Wira, yang hobi olahraga dan wisata kuliner ini, terus menanjak, khususnya di bidang Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP).

Ia melanglang buana, dari Lapas Kelas IIA Gorontalo, Lapas Manado, dan kembali ke Pulau Jawa di Lapas Ambarawa.

Baca Juga: Remaja Perempuan di Bangli Meninggal Usai Minum Racun, Diduga karena Masalah Asmara

Prestasi Gemilang di Lapas Narkotika Samarinda

Titik balik signifikan dalam karier Wira terjadi saat ia bertugas di Lapas Madiun selama dua tahun lebih, kemudian berlanjut sebagai Kepala KPLP di Lapas Narkotika Samarinda.

Di sinilah prestasi Prawira mencuat. Dalam kurun waktu 2022-2023, ia berhasil menggagalkan 13 kali kasus penyelundupan narkoba ke dalam Lapas.

Sebuah capaian luar biasa yang menunjukkan ketangguhan dan integritasnya dalam memberantas peredaran barang haram.

Setelah menorehkan prestasi gemilang di Lapas Narkotika Samarinda, karier Wira kembali menanjak sebagai Kepala UPT Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) Jakarta Utara selama enam bulan.

Muda dan Berintegritas: Membangun Lapas Tabanan yang Produktif

“Dari Rupbasan ini saya mendapat promosi sebagai Kalapas Kelas IIB Tabanan. Jadi ini adalah jabatan Kalapas pertama saya.

Dan jika dilihat dari umur saya, bisa jadi saya adalah Kalapas paling muda ya, hahaha,” ungkap Wira sambil terkekeh.

Sebagai Kalapas perdana, Prawira Hadiwidjojo bertekad menjadikan Lapas Tabanan sebagai lembaga pemasyarakatan yang produktif, edukatif, dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: Sebuah Boat Terbalik Dihantam Ombak di Pelabuhan Tanjung Sanghyang, Begini Kondisi Penumpangnya

Ia berkomitmen penuh mendukung segala program yang dicanangkan, termasuk program Asta Cita Presiden, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta Kepala Kantor Wilayah dalam program ketahanan pangan.

Kisah Prawira Hadiwidjojo adalah bukti bahwa integritas, dedikasi, dan semangat juang dapat membawa seseorang mencapai puncak karier di usia muda.

Lapas Tabanan kini berada di tangan seorang pemimpin yang visioner, siap membawa perubahan positif demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih baik. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#lapas #Prawira Hadiwidjojo #tabanan #surabaya