Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemuda Banjar Cebok Kedisan Tegallalang,  Kembangkan UMKM Lokal di Subak Dauh Umah

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 10 Juni 2026 | 16:10 WIB
KOPI : Suasana Marina Coffee di Banjar Cebok, Desa Kedisan, Tegallalang, Made Sudarsana. 
KOPI : Suasana Marina Coffee di Banjar Cebok, Desa Kedisan, Tegallalang, Made Sudarsana. 
 
BALIEXPRESS.ID – Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif di Bali, hadir sebuah ruang baru yang memadukan kopi, seni, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Marina Coffee, yang berlokasi di kawasan Subak Dauh Umah, Desa Adat Cebok, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, menjadi bukti nyata bagaimana semangat generasi muda mampu melahirkan usaha yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
 
Usaha ini dirintis oleh Made Sudarsana, alumni Universitas Warmadewa, seorang pemuda yang saat ini sedang menempuh pendidikan Magister Bisnis Digital di Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali. Dengan latar belakang pendidikan akuntansi dan bisnis, ia memberanikan diri membuka usaha yang kini mulai mendapat perhatian masyarakat.
 
Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, Marina Coffee telah menawarkan konsep berbeda dibandingkan kafe pada umumnya. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi untuk menikmati secangkir kopi, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang terbuka bagi berbagai kalangan, khususnya anak muda.
Menurut Made Sudarsana, keinginannya membangun Marina Coffee berangkat dari kepeduliannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang memiliki produk berkualitas. 
 
 
Ia melihat banyak potensi produk lokal yang layak dikenal lebih luas. Karena itu, Marina Coffee dirancang sebagai tempat yang mampu mempertemukan masyarakat, wisatawan, dan pelaku UMKM dalam satu ruang yang nyaman dan inspiratif.
 
“Melalui Marina Coffee, kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman untuk berkumpul sekaligus menjadi wadah bagi UMKM untuk memperkenalkan desa ke masyarakat maupun wisatawan,” ujar Dek Na sapaan akrabnya. 
 
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati beragam sajian kopi dan minuman lainnya, tetapi juga berkesempatan melihat pemandangan alam. Perpaduan antara alam dan kuliner ini menciptakan pengalaman yang berbeda bagi setiap tamu yang datang.
 
Sebagai generasi muda, ia ingin membuktikan bahwa anak muda memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
 
Kehadiran Marina Coffee mendapat respons positif dari masyarakat yang mencari tempat bersantai dengan suasana yang tenang dan berbeda. Lokasinya yang berada di kawasan Subak Dauh Umah menawarkan suasana yang nyaman dan dekat dengan nuansa alam pedesaan Bali.
 
"Marina Coffee melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 Wita. Dengan jam operasional yang cukup panjang, tempat ini bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin bersantai pada siang maupun malam hari, " jelasnya. 
 
Ke depan, Made berharap Marina Coffee tidak hanya dikenal sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga menjadi simbol semangat anak muda dalam membangun usaha yang berdampak positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara bisnis, seni, dan UMKM lokal, Marina Coffee diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu destinasi kreatif baru di Kabupaten Gianyar. *
Editor : Putu Agus Adegrantika
#Marina Coffee #Cebok Tegallalang