BALI EXPRESS, DENPASAR - Bali Salsa Community merupakan salah satu perkumpulan para pecinta tari salsa yang ada di pulau dewata ini. Komunitas yang sudah terbentuk sejak tahun 90-an ini memang belum meredup. Di tahun 2000, komunitas tari salsa tersebut kian moncer, karena makin banyak anggotanya.
Bahkan anggotanya tersebar dibeberapa tempat, diantaranya, daerah Ubud, Denpasar, Jimbaran, Nusa Dua, dan beberapa tempat lainnya yang ada di Bali. Dan Hingga saat ini, perkembangan komunitas Salsa pun tidak hanya dimanfaatkan sekedar hobi oleh sebagian anggotanya, akan tetapi bisa menjadi profesi.
Kecenderungan pasar untuk menyediakan wadah atau tempat kepada para salsa dancer ini cukup banyak. Hal itu pula yang juga diungkapkan oleh Jhonantan salah satu anggota Bali Salsa Community saat diwawancarai usai tampil menghibur pengunjung EC Executive Karaoke Bali beberapa waktu lalu. Pria asal Medan tersebut mengaku penggemar salsa dance di Bali cukup melonjak. “Apalagi sekarang ini banyak spot untuk para salsa dancer. Bahkan Satu malam itu bisa sampai 2 atau 3 tempat yang memang menyajikan acara untuk salsa,” tuturnya. Bagi Jojo yang akrab disapa ini, salsa dance merupakan salah satu jenis tarian yang cukup menarik dan cocok dinikmati oleh siapa saja. “Pastinya hal itu juga yang memantik ketertarikan saya dengan salsa dance ini. Apalagi musiknya itu energik, jadi enak saja dibawa buat nari,” ungkap Jojo yang kerap mengikuti festival salsa hingga kebeberapa kota besar di indonesia bersama partnernya, Mila.
Sama halnya yang diungkapkan oleh Lydia Kardina, salah satu penari salsa yang aktif mengisi acara di beberapa tempat hiburan di Bali. Wanita cantik bertubuh seksi ini mengungkapkan kalau dirinya tertarik dan jatuh hati dengan lantunan musik salsa yang begitu enak dan enjoy untuk dinikmati. Lama-kelamaan akhirnya, gadis asal Jawa timur tersebut memiliki keinginan untuk belajar jenis tariannya. “Saya sudah bergabung dan terjun sebagai Salsa Dancer ini sudah sejak 5 tahun lalu,” katanya.
Banyak jalan dan cara untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Harapan yang biasa diimpikan kaum wanita, termasuk Dina. Rupanya, tidak hanya dengan berolahraga semata, tetapi lewat salsa dance juga. Sebab belakangan diketahui, dengan berlatih tarian Salsa secara rutin dapat menghasilkan bentuk tubuh yang diimpikan.
Dina pun mengaku, apabila salsa dance ini dijadikan profesi, tentu sangat menjanjikan. Apalagi, ada banyak tempat yang menyediakan suguhan tari salsa. “Ya hampir setiap hari di beberapa tempat menghadirkan tarian salsa. Misalnya saja di hari Sabtu saja, ada sampai 5 tempat. Jadi kita dari komunitas ini bagi-bagi untuk mengisi acara,” ujarnya yang juga kerap ke beberapa kota mengikuti kegiatas workshop tentang dunia salsa. Terkait kesulitan yang dihadapi oleh seorang penari salsa, Dina menuturkan pastinya selalu ada. Apalagi gerakannya sangat dinamis dan tingkat kesulitan dalam menari Salsa adalah pada improvisasi.
“Karena pada tahap ini, seorang penari harus mampu menciptakan gerakan tubuh melalui koreografi yang indah. Misalnya berputar, meloncat, dan meliukkan tubuh sambil menari. Namun awalnya, penari Salsa harus terlebih dahulu menguasai secara baik latihan dasar. Di antaranya gerakan kaki, pinggul, badan, tangan, hingga kepala. Dalam melakukan berbagai gerakan tubuh yang atraktif, seorang penari Salsa pasti banyak bertumpu pada kaki dan pinggul” “Maka dari itu kita harus lebih menyiapkan fisik, stamina, dan mental yang kuat,” tutupnya.