BALI EXPRESS, KUTA - Profesi Disc Jockey (DJ) memang kian diminati hampir semua kalangan. Bahkan tidak sedikit pula mereka yang menggeluti dunia entertainment, seperti kalangan artis dan model pun ikut menjajal asiknya menjadi seorang DJ di atas panggung hiburan malam. Salah satu artis cantik yang kecantol dengan profesi tersebut adalah Sheila Olivia.
Perempuan yang memiliki nama beken female DJ Olive Purple, memang kian moncer semenjak memerani sebagai seorang DJ. Hal tersebut memang tidak terlepas dari kehebatannya memadukan lagu-lagu trendy dengan musik Elektronic Dance Music (EDM) di balik turning table. Kehebatan tersebut ternyata membuahkan hasil yang baik dan membawa namanya kian melejit jadi ‘buah bibir’ perbincangan hangat para party people Indonesia. Tidaklah mengherankan, profesi female DJ sudah digelutinya sejak tahun 2008. Pastinya, pengalaman panjang, baik pahit manisnya dunia hiburan sudah jadi pelajaran yang sangat berarti bagi kariernya.
“Ya saya memulai karier dari seorang vokalis, lalu kemudian merambah kedunia modelling. Dan sekarang ini profesi female DJ sudah saya lakoni sejak tahun 2008,” jelasnya kepada koran Bali Express (Jawa Pos Group) saat diwawancarai, Senin siang kemarin (4/9).
Selama melakoni profesi sebagai female DJ, lanjut perempuan berdarah Medan tersebut, job manggung kian banyak, bahkan hingga pelosok-pelosok kota terpencil di Indonesia. “Alhamdulilah saya sudah pernah perform di seluruh kota di Indonesia, bahkan sampai kota terpencil sekalipun. Seperti Palopo, Sofifi Halmahera, Tobello Halmahera.dan yang paling jauh di Timika Papua,” tuturnya bangga.
Wanita yang akrab disapa Olive ini juga memiliki keistimewaan lain. Ha itu ditandai lewat pamornya sebagai seorang female DJ yang memiliki paras cantik dan rupawan. Kehadirannya ditengah ingar-bingar malam memang selalu buat para club lover (clubbers) dan siapa saja jatuh hati. Memiliki tubuh tinggi 160cm dan berat badan 49 kg, membuat dirinya semakin diidolakan kaum lelaki. Olive sepertinya sudah paham dengan keinginan clubbers. Selain hebat saat menjamu musik elektro, ia juga pintar dalam hal berbusana. Keseksiannya pun nampak jelas dan sempurna ketika lentik jari- jemarinya beraksi diatas controller DJ.
Olive pun tidak menapik, kalau dirinya juga kerap dirayu dan diganggu kaum lelaki tatkala tampil diatas panggung. Namun bagi wanita yang juga memiliki hobi travelling ini mengaku, bahwa sikap profesionalitas adalah cara paling ampuh untuk bisa terhindar dari segala macam tantangan tersebut. “Pastinya semua wanita yang berprofesi sebagai DJ itu pernah di rayu lelaki. Yang terpenting kita tetap pada sikap profesional saja. tetapi kalau yang ngerayu sudah kelewatan, saya tidak segan-segan juga untuk bersikap tegas,” urainya.
Selain itu juga, lanjut Olive, seorang female Juga harus bisa menjaga attitude yang baik. Karena, dengan bersikap baik dan santun kepada siapa saja, akan memberikan kesan yang baik pula. “Karena attitude itu melambangkan karakter asli seseorang, menurut saya. Kalau skill sih bisa di pelajari dan kalau pengalaman bisa di cari. kalau attitude adalah bawaan dari diri sendiri,” jelas Olive.
Hal itu pula yang tetap membawa kariernya sebagai seorang DJ tetap survive. Dengan mengusung musik elektro kesukannya bergenre Soulfull dan Mush Up, wanita kelahiran 29 Februari 1988 ini tetap percaya diri untuk terus melangkah maju dari pangung ke pangung. Bahkan dirinya mengaku, sangat merasa nyaman dengan pilihannya sebagai seorang female DJ. Apalagi tawaran pentas, terus mengalir deras dari berbagai kota di seluruh penjuru Tanah Air. “Pastinya sangat nyaman dengan profesi ini (female DJ, Red). Buktinya saya bertahan dari tahun 2008 sampai sekarang. Apalagi sekarang, profesi ini sangat menjanjikan juga,” jelasnya. Seperti apa hal menarik lain tentang sosok Olive Purple, kita akan bahas di edisi berikutnya.