Sudah 3 tahun terhitung 2019 hingga 2022, Jro Yura menekuni gym dan fitness untuk mendapatkan bentuk tubuh yang proporsional. Bahkan, ia kini sukses mementori hampir 300 perempuan yang ingin mendapatkan body goal.
Kepada Bali Express (Jawa Pos Group), istri dari Gusti Ngurah Kusuma Guna ini, tak menampik jika dirinya memang senang berolahraga di sela-sela rutinitas. Ia kemudian tertarik untuk olahraga fitness dan gym sejak Agustus 2019 demi mengembalikan bentuk tubuhnya agar lebih ideal pasca melahirkan.
Menurutnya, gym dan fitness selama ini selalu identik dengan kaum pria. Namun, trend saat ini justru olahraga ini kian diminati kaum hawa. Bukan tanpa alasan, karena perempuan juga layak memiliki body yang proporsional.
Tak hanya mendapat bentuk tubuh yang ideal layaknya idaman kaum wanita. Kesuksesannya merampingkan lekuk tubuhnya lewat latihan yang konsisten, membuat beberapa temannya menjadi tertarik untuk dilatih.
Tak ayal, ia akhirnya menerima tawaran sebagai coach, meskipun awalnya belum mengantongi lisensi sebagai pelatih gym.
“Namun ada beberapa kisah pahit, sering difitnah, dikecewakan hingga dijatuhkan rekan kerjanya sendiri di tempat fitness,” urai pemilik Yura Queen Garage Studio Fitnes (GSF) ini.
Jengah dengan pengalaman pahitnya, Yura yang bermukim di Taman Wira Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada ini, akhirnya memberanikan diri tancap gas dengan membuka studio gym sendiri di wilayah Jalan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Singaraja.
Dengan label Yura Queen GSF ini, Yura memilih merancang sendiri alat dan studionya sesuai dengan kebutuhan. Sehingga bisa menekan biaya pengadaan alat. Kliennya pun terus berdatangan meski dirinya hanya promosi via media sosial seperti Instagram dan Tiktok.
Sejak menekuni menjadi coach, Ibu dari I Gusti Ngurah Bharata Arya Djelantik ini sudah mementori 300 perempuan. Namun, Jro Yura mengaku ogah untuk mementori pria. “Kalau (mementori) cowok sih gak ya. Memang ada berbagai pertimbangan, tapi lebih nyaman rasanya klien perempuan aja,” ungkapnya, dengan tidak menyebutkan apa alasannya menolak klien pria.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya