Ladya Cheryl yang memerankan sosok Iteung ini, mengalahkan aktris nominasi lain, seperti Happy Salma, Maudy Koesnaedi, Marsha Timothy, dan Tika Panggabean.
Ladya Cheryl memang bukan soaok baru di layar lebar. Menyebut nama Ladya Cheryl, pecinta film pasti teringat dengan karakter Alya di film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tahun 1992. Sosok pendiam teman Cinta yang mengalami kekerasan dari orang tuanya.
Memang bukan langsung berakting untuk layar lebar. Pada 1997, Ladya Cheryl memulai kariernya sebagai model dan menjadi juara favorit di sebuah majalah. Kemudian pada 2002, ia menjalani debutnya sebagai aktris film layar lebar, dengan membintangi film Ada Apa Dengan Cinta sebagai Alya (AADC).
AADC bisa disebut sebagai batu loncatan kepopulerannya dari berlenggak lenggok di catwalk ke dunia akting. Setelah itu, dia mulai menerima sejumlah tawaran main. Terlihat beberapa kali ikut membintangi film-film pendek, namun kemudian vakum cukup lama.
Dia sempat menjadi penata busana, sutradara, juga penulis naskah. Kemudian, aktris pemilik nama lengkap Theresia Ladya Cheryl Baharrizki ini nyaris hilang di peredaran. Apalagi artis kelahiran 11 April 1981 menikah dengan putra mantan menteri Agum Gumelar, Zeke Khaseli pada 2015. Mereka memilih tinggal di Amerika Serikat (AS). Dan menimba sekolah akting di negeri Paman Sam itu.
Ladya Cheryl sendiri mengaku sempat tidak percaya diri saat ditawari lagi peran di film Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas, karena sudah lama vakum.
“Aku dapat teks WhatsApp (dari Edwin, sutradara film tersebut diajak syuting). Gua ada kayak kepikiran gua enggak merasa yakin sama diri gue sendiri. Karena ada gap (jarak) lama gua enggak akting,” ujarnya di YouTube Paralifilm beberapa waktu lalu.
“Sampai film itu tayang ada ketidakyakinan, karena kita pasti akan ngelihat kekurangan. Tapi dunia dan karakter (di film ini) yang sangat nyata yang jarang gua lihat di film Indonesia belakangan ini,” jelasnya.
Di film Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas, Ladya berpenampilan jadul seperti set film itu era 80-90-an. Rambutnya kribo yang hits di zaman itu.
Dugaan Ladya Cheryl ternyata meleset tentang bobot aktingnya. Malah akhirnya mendapat piala sebagai Pemeran Utama Perempuan Terbaik lewat film Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas. Tak hanya itu rekan lainnya juga mendapatkan penghargaan.
Selain dirinya, empat piala lainnya yang diterima film Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas adalah Edwin (Sutradara Terbaik), Marthino Lio (Pemeran Utama Pria Terbaik), Edwin & Eka Kurniawan (Penulis Skenario Adaptasi Terbaik), dan Gemailla Gea Geriantiana (Penata Busana Terbaik).
Meski ini merupakan penghargaan pertamanya di kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik, namun saat malam penganugerahan FFI 2022, Ladya Cheryl tidak bisa hadir menerima langsung pialanya, Selasa (22/11) lalu. (jpg/wid)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya