Melalui halaman Surya Art, mereka kerap mengunggah video tutorial memasak sederhana yang simple dan praktis dan terkadang diselingi video mejejaitan menjelang hari raya atau rahinan di Bali. Meski sederhana, namun konten-konten yang mereka sajikan banyak digemari oleh masyarakat.
Baca Juga: Sang Made Mahendra Jaya Jadi Pj Gubernur Bali Gantikan Koster, Berikut Profilnya
Selain memiliki ciri khas jargon “Aduk aduk aduk’, Surya Art juga memiliki ciri khas yang mungkin tak bisa ditemui pada creator konten lain. Mereka selalu konsisten menyajikan konten dengan menggunakan Bahasa Bali alus.
Penggunaan Bahasa Bali alus bertujuan untuk mengajegkan Bahasa Bali, tidak saja Bahasa Bali halus namun Bahasa Bali sehari-hari.
“Kami melihat jarang ada konten kreator yang menggunakan bahasa Bali alus dan anak anak sekarang justru banyak yang tidak bisa Bahasa Bali apalagi Bahasa Bali halus,”jelas Agung Surya, Jumat (01/09).
Baca Juga: Bukan Prank! Hanya Dalam 2 Jam, Baim Wong Sukses Raih Omzet Rp600 Juta Dalam Sesi Shopee Live Perdananya
Disamping itu dalam keseharian mereka memang lebih sering menggunakan bahasa bali alus, karena menurutnya lebih enak didengar dan dengan harapan anak anak juga bisa paham dan ikut menggunakan Bahasa Bali.