BALI EXPRESS - Suzanna Van Osch, yang dikenal sebagai Ratu Horor Indonesia, meninggalkan jejak hidup yang penuh warna dan misterius.
Wanita kelahiran Bogor pada 13 Oktober 1942 ini tumbuh sebagai seorang aktris ternama dengan kontribusi besar dalam perfilman Indonesia.
Jejak hidup Suzanna bermula dari keluarga yang penuh liku-liku.
Ayahnya, William Van Osch, merupakan seorang tentara kolonial Hindia Belanda yang gugur dalam pertempuran melawan tentara Jepang di Subang, Jawa Barat.
Ibu Suzanna, Yohana Boyoh, melahirkan Suzanna di Bogor pada saat yang sulit, hanya tujuh bulan setelah kematian sang ayah.
Suzanna, yang akrab disapa dengan nama Sushi, tumbuh sebagai seorang gadis yang cantik dan berbakat di Magelang.
Pada usia remaja dia terlibat dalam dunia perfilman Indonesia, setelah menang dalam kontes pada tahun 1950-an.
Namun, keputusan Suzanna untuk terlibat dalam dunia film tidak selalu mendapat dukungan.
Seorang pastor yang mengajarnya di sekolah dan beberapa orang lainnya menyarankannya untuk fokus pada pendidikan, namun tekad Suzanna tidak tergoyahkan. Dia bahkan pindah ke Jakarta untuk mengejar karir aktingnya.
Puncak karir Suzanna datang dengan film "Asmara Dara" pada tahun 1957, yang diproduksi oleh perusahaan film nasional Indonesia, Perfini.
Suzanna memerankan karakter Ina, seorang gadis remaja yang tinggal di asrama di Jakarta. Film ini sukses besar dan membuka pintu bagi karir gemilang Suzanna di dunia perfilman.
Pada usia 18 tahun, Suzanna menikah dengan aktor Dicky Suprapto, dan mereka memiliki dua anak, Ari Adrianus dan Kiki Maria.
Bersama sang suami, Suzanna mendirikan perusahaan produksi film Tidar Jaya pada tahun 1960-an hingga 1970-an.
Meski penuh lika-liku dan tantangan, Suzanna dapat menguasai dirinya dan tetap bisa melanjutkan karirnya di dunia akting.
Seiring waktu, dia mendapatkan popularitas sebagai "Ratu Horor" Indonesia berkat serangkaian film horor yang sukses di pasaran, seperti "Sundel Bolong," "Nyi Blorong," dan "Ratu Ilmu Hitam."
Pada tahun 1991, setelah membintangi lebih dari 40 film, Suzanna memutuskan untuk pensiun dari dunia akting.
Dia kembali ke Magelang untuk merawat ibunya, Yohana Boyoh, yang sudah berusia lanjut.
Pada 15 Oktober 2008, Suzanna meninggal dunia di usia 66 tahun.
Kematian misterius ini masih menimbulkan banyak tanda tanya, terutama karena tidak ada pemberitahuan resmi kepada keluarga besar Suzanna mengenai kematian atau upacara pemakaman.
Suzanna dimakamkan di TPU Giriloyo, Magelang, dalam satu liang lahat dengan kakaknya, Irene Beatrix, dan putranya, Ari Adrianus.
Tidak ada upacara besar, dan pemakaman dilakukan dengan sederhana. Kematian Suzanna tetap menjadi misteri, karena beberapa pihak berspekulasi bahwa ada aspek yang tidak terungkap.
Namun, suami terakhirnya, Cliff Sangra, menyatakan bahwa Suzanna meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya selama bertahun-tahun.
Seiring berjalannya waktu, legacy Suzanna sebagai ikon horor Indonesia tetap abadi, dan kisah hidupnya yang penuh liku-liku tetap menjadi cerita menarik yang dikenang oleh penggemar perfilman Indonesia.
Editor : Nyoman Suarna