BALI EXPRESS- Usai merilis single duet yang berjudul ‘Modus’, Ayu Saraswati dan Ray Peni kini kembali terlibat dalam sebuah project bersama.
Kedua penyanyi Bali senior ini kembali merilis single duet mereka yang berjudul ‘Patah Hati’.
Lagu ‘Patah Hati’ dirilis pertama kali melalui kanal youtube Ayu Saraswati Official pada Agustus 2022 lalu.
Baca Juga: Punya Likuiditas dan Permodalan Memadai, BRI Optimis Tumbuh Lebih Baik Di Tahun 2024
Lagu ‘Patah Hati’ merupakan kelanjutan dari lagu Modus yang sudah dirilis pada tahun sebelumnya.
Tak jauh berbeda dari duet sebelumnya, kali ini lagu ‘Patah Hati’ sukses mencuri hati para penikmat musik Bali.
Lagu yang berkisah tentang seorang Wanita yang sangat sedih ditinggal oleh kawin lari oleh sang kekasihnya.
Kesedihan sang wanita ini rupanya diketahui oleh temannya laki-lakinya yang kemudian mencoba menenangkan dan menasehati bahwa esok akan ada yang lebih baik lagi.
Lagu yang dikemas dengan lirik sederhana ini merupakan ciptaan dari Ray Peni, kemudian diarrasemen oleh Dek Artha.
Duet pada lagu ‘Patah Hati’ ini kedua penyanyi yang memiliki ciri khas masing-masing tampak begitu menyatu.
Ayu Saraswati khas dengan suara melengkingnya, sementara Ray Peni dengan vokal tinggi.
Baca Juga: Ragukan Keseriusan Pemkab Klungkung, Warga Curigai Hal Ini dalam Kebakaran TPA Sente
Bahkan hingga berita ini ditulis lagu ‘Patah Hati’ telah ditonton hingga 8,1 juta kali.
Warganet pun memuji penggarapan video klip dan juga lirik yang sederhana, dipadukan dengan suara khas masing-masing sehingga tercipta karya yang luar biasa.
“Syair dan lirik apik banget, dengan penyanyi yg punya karakter suara yg mantap. sukses selalu buat Bli Rai Peni sama Mbk Ayu Saraswati,” tulis warganet.
“ini cukup keren dilihat dari segi lirik yg sederhana tapi hampir semua orang pernah mengalami pengalaman dari liriknya serta jauh dari terkesan cengeng dan melo, aransemen musik jg sangat baik di dukung dengan vocalnya yg unik lahir dr ciri khas 2 penyayi legend pulau Dewata ,klip jg terlihat modern dan mengalir alami tanpa ada scene yg kaku atau terkesan dipaksakan,” imbuh warganet yang lain.
Editor : Wiwin Meliana