Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nama Asli dan Pendidikan Dewi Pradewi: Sosok Perempuan Bali Bertato yang Mengguncang Stigma Lewat Karya dan Suara

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 27 Februari 2025 | 01:32 WIB

Dewi Pradewi
Dewi Pradewi

BALIEXPRESS.ID - Denpasar menjadi saksi lahirnya sosok perempuan inspiratif, Ni Putu Dewi Ariantini, yang lebih dikenal dengan nama Dewi Pradewi.

Lahir pada 12 Januari 1987, Dewi bukan hanya sekadar penyanyi pop Bali yang bersuara merdu, tapi juga pejuang kesetaraan gender yang berani menantang stigma sosial.

Karier Bermusik yang Cemerlang

Berasal dari Banjar Pemeregan, Kelurahan Pemecutan, Dewi telah mengukir prestasi di dunia musik sejak tahun 2001. Album pertamanya, Bungan Tresna, langsung melejit.

Ia terus berkarya dengan album hits lainnya, seperti Muani Buaya (2015) dan Bermain Cantik (2017) yang berduet dengan Dek Arya.

Suaranya yang khas, dipadu dengan lirik-lirik menyentuh, menjadikannya salah satu ikon penyanyi pop Bali.

Perempuan Bertato yang Mengubah Narasi

Namun, Dewi bukan hanya bersinar di panggung musik. Ia juga seorang akademisi cerdas yang menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Kajian Budaya Universitas Udayana, lulus dengan predikat Cumlaude.

Tesisnya yang berjudul "Konstruksi Stigma pada Perempuan Bali Bertato di Kota Denpasar" menjadi refleksi nyata perjuangannya melawan stereotip.

Menurut Dewi, tato bukan sekadar seni, melainkan simbol ekspresi diri dan keberanian melawan standar ganda.

"Jika perempuan bertato masih distigmakan negatif, berarti kesetaraan gender belum sepenuhnya ada," tegasnya dalam sebuah wawancara.

Menulis Buku Sebagai Bentuk Perlawanan

Tak hanya berhenti di penelitian akademis, Dewi mengabadikan pemikirannya dalam sebuah buku berjudul Tato Perempuan Bali: Tubuh, Stigma, dan Perlawanan.

Buku ini membongkar sisi gelap patriarki yang masih mengungkung perempuan Bali.

"Saya ingin membuka mata banyak orang bahwa tato pada perempuan bukan aib, melainkan bagian dari kebebasan berekspresi," ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa tato baginya adalah bentuk apresiasi terhadap tubuh dan kecantikan.

Menginspirasi Perempuan Bali

Fenomena perempuan Bali bertato memang kerap jadi topik kontroversial. Namun, Dewi Pradewi hadir sebagai suara yang berani menentang arus.

Ia membuktikan bahwa menjadi perempuan kuat tak harus meninggalkan seni atau keindahan tubuh.

"Tato itu seksi. Sama seperti makeup atau fashion, ini tentang bagaimana kita memandang diri sendiri," ungkapnya.

Kisah Dewi Pradewi adalah bukti bahwa keberanian, karya, dan intelektualitas bisa menjadi senjata ampuh untuk mengubah paradigma.

Ia adalah inspirasi nyata bahwa perempuan Bali mampu berdiri tegak, bersuara lantang, dan mengubah stigma menjadi kebanggaan. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #penyanyi #tato #Dewi Pradewi