BALIEXPRESS.ID-Kabar duka datang dari dunia hukum dan jurnalistik Indonesia. Suami dari jurnalis senior Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf, meninggal dunia pada Selasa, 20 Mei 2025 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta, dalam usia 48 tahun.
Di balik kepergian almarhum, tersimpan kisah cinta panjang yang tak hanya romantis, tetapi juga menginspirasi banyak orang.
Baca Juga: QJMOTOR Resmi Hadir di Bali, Harga Motor Mulai Rp 50 Jutaan
Dilansir dari berbagai sumber, hubungan Najwa dan Ibrahim bermula saat keduanya menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), di mana Ibrahim merupakan kakak tingkat Najwa.
Kedekatan mereka semakin terjalin saat mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri.
Hanya enam bulan setelah hubungan mereka dimulai, keduanya memutuskan untuk bertunangan di usia 19 tahun.
Namun sebelum pernikahan berlangsung, Najwa harus memenuhi satu syarat dari ayahnya, Quraish Shihab.
Baca Juga: Kejari Denpasar Musnahkan Puluhan Kilo Narkoba dan Barang Bukti Lainnya Senilai Rp 10 M
Ibrahim diminta menyelesaikan skripsi dan resmi diwisuda terlebih dahulu sebelum menikahi putrinya.
Setelah syarat tersebut terpenuhi, keduanya melangsungkan pernikahan di usia 20 tahun, tepatnya pada tahun 1997 di Solo, kampung halaman Ibrahim.
Acara digelar dengan upacara adat Jawa yang sakral, meski saat itu Najwa masih berada di semester tiga kuliah.
Hubungan mereka sempat diuji jarak ketika Ibrahim menjalani magang di Amerika Serikat.
Namun long distance relationship justru mempererat ikatan keduanya berkat komunikasi yang intens dan penuh pengertian.
Najwa pernah menyebut dirinya sebagai “bucin” untuk sang suami. Meski dikenal tegas di layar kaca, ia menunjukkan sisi personal yang lembut dan penuh cinta dalam perannya sebagai istri Ibrahim.
Dukungan Ibrahim disebut sebagai kunci penting dalam perjalanan karier Najwa sebagai jurnalis.
Ia bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga sahabat intelektual dan mitra profesional. Keduanya bahkan sama-sama meraih gelar magister hukum.
Dari pernikahan mereka, lahirlah seorang putra bernama Izzat Ibrahim Assegaf. Pasangan ini juga pernah dikaruniai seorang putri bernama Namiyah, yang sayangnya wafat beberapa jam setelah lahir pada tahun 2011. Tragedi tersebut justru memperkuat ikatan batin keluarga mereka.
Baca Juga: Mengenang Sosok Ibrahim Assegaf, Suami Najwa Shihab Dikenal Cerdas dan Rendah Hati
Najwa dan Ibrahim sempat mengungkapkan keinginan untuk memiliki anak perempuan kembali, namun mereka memilih untuk bersyukur atas kehadiran Izzat yang tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan membanggakan.
Ibrahim dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan menjauh dari sorotan publik. Namun perannya sangat besar sebagai suami, ayah, dan tokoh hukum yang dihormati karena integritas dan kepakarannya.
Di dunia hukum, Ibrahim dikenal luas sebagai mitra di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP), pengajar di Sekolah Tinggi Hukum Jentera, dan pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK). Ia juga pernah menjadi peneliti tamu di Harvard Law School.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun kisah cinta dan kehidupan rumah tangganya bersama Najwa Shihab menjadi warisan berharga yang menginspirasi banyak orang.
Seperti yang pernah diungkapkan Najwa, “Pernikahan yang dibangun atas dasar saling mendukung akan bertahan lama.” Dan kisah mereka membuktikan hal itu hingga akhir hayat.
Editor : Wiwin Meliana