Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sukasada Rayakan Kebangkitan Budaya Lewat Festasada 2026 yang Ramah Lingkungan

Dian Suryantini • Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB
Salah satu tradisi budaya asal Pegayaman yang akan tampil di Festasada 2026. (Ist)
Salah satu tradisi budaya asal Pegayaman yang akan tampil di Festasada 2026. (Ist)

BALIEXPRESS.IDSemangat pelestarian seni dan budaya kembali digaungkan di Kecamatan Sukasada, Buleleng, melalui gelaran Festival Seni Adat dan Budaya (Festasada) 2026.

Festival ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemkab Buleleng dalam menjaga sekaligus menghidupkan kembali warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Setelah sempat terhenti sejak tahun 2020, Festasada kini hadir dengan energi baru, mengusung tema “Abhyudaya”, yang bermakna kebangkitan.

Baca Juga: Isu Tol Gilimanuk-Mengwi Mencuat, Warga Terdampak Ragu Renovasi Tempat Tinggal

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga simbol bangkitnya kreativitas masyarakat Sukasada.

 Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik awal untuk mengangkat kembali kejayaan seni tradisi yang sempat meredup.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 17 hingga 19 April 2026, kawasan RTH Taman Bung Karno Sukasada akan disulap menjadi pusat aktivitas budaya.

Baca Juga: Truk TNI Terlibat Kecelakaan di Baturiti Tabanan, Pengendara Motor Meninggal

Berbagai kesenian khas daerah akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, Baleganjur, hingga pertunjukan tradisi unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji.

Tidak hanya itu, Rejang Renteng dan Burdah dari Desa Pegayaman juga turut meramaikan, mencerminkan harmoni dan akulturasi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Percobaan Pencurian di Pura Dalem Buahan Tabanan, Pelaku Kabur Pakai Vario Knalpot Brong

Festasada 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan pendukung yang tak kalah menarik. Festival gebogan berbahan bunga lokal menjadi salah satu daya tarik, sekaligus bentuk apresiasi terhadap hasil pertanian masyarakat.

Parade budaya, lomba-lomba, hingga pertunjukan seni modern yang tetap berakar pada nilai lokal turut melengkapi kemeriahan acara. Seluruh penampil dalam festival ini merupakan putra-putri daerah Sukasada.

Hal ini menjadi bukti bahwa potensi seni lokal masih sangat kuat dan layak mendapatkan ruang untuk berkembang. Selain itu, kehadiran pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam festival ini.

“Beragam kuliner khas Sukasada dan Buleleng disajikan dengan menonjolkan makanan tradisional, sebagai upaya memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong perekonomian masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Di balik kemeriahan tersebut, panitia juga memberi perhatian serius pada isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.

Belajar dari berbagai kegiatan besar sebelumnya, Festasada 2026 dirancang dengan konsep ramah lingkungan.

Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, sementara panitia menyiapkan sistem pengawasan dan pengangkutan sampah yang terorganisir.

Sampah organik yang dihasilkan selama festival pun akan diolah lebih lanjut, sebagai bagian dari upaya mengurangi residu.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lokasi acara, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Budiarsana menekankan bahwa keberhasilan festival ini tidak hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi juga dari kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Ia berharap Festasada dapat menjadi contoh penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.

Ke depan, Festasada diharapkan mampu menjadi agenda rutin yang terus berkembang. Tidak hanya sebagai ruang ekspresi seni, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi antara masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai pihak lainnya, termasuk sektor swasta.

“Festival ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat bisa menikmati pertunjukan, sekaligus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan,” tutupnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#festival #sukasada #buleleng