Antrean BBM di Bali Dipicu Distribusi Tersendat dan Panic Buying, Koster Targetkan Normal 2 Hari

Rika Riyanti • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:32 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) di depo utama masih mencukupi, sedangkan distribusi menuju SPBU sempat terkendala kemacetan
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) di depo utama masih mencukupi, sedangkan distribusi menuju SPBU sempat terkendala kemacetan

 

BALIEXPRESS.ID – Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali diperkirakan mereda dalam satu hingga dua hari ke depan.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) di depo utama masih mencukupi, sedangkan distribusi menuju SPBU sempat terkendala kemacetan di jalan raya dan meningkatnya pembelian secara bersamaan oleh masyarakat.

Koster menyampaikan hal tersebut di sela-sela pembukaan Pekan Iklim Bali 2026 di Hotel Prama Sanur, Selasa (13/10).

Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM hingga melakukan pembelian berlebihan karena pasokan untuk Bali dipastikan aman.

Baca Juga: MT Klasogun Bawa Pertalite dan Biosolar Tiba di Bali, Distribusi BBM Digenjot 24 Jam

"Pasokannya cukup tersedia di depo, di Manggis dan di Pesanggaran hari ini hadir. Tapi distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi, sampai hari ini juga. Dan memang tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya, gitu," kata Koster.

Menurut dia, antrean terjadi ketika banyak warga mendatangi SPBU secara bersamaan karena khawatir kehabisan BBM.

Lonjakan pembelian tersebut membuat persediaan di SPBU lebih cepat habis, sementara pengiriman pasokan pengganti membutuhkan waktu.

"Mungkin karena warga itu takut kehabisan, ramai-ramai sekaligus sehingga suplai-nya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang panic buying mengisi kendaraannya. Jadi enggak cukup sehingga bolak-balik, itu kan butuh waktu," ujarnya.

Koster menilai kepanikan masyarakat justru memperbesar tekanan terhadap persediaan BBM di tingkat SPBU.

Karena itu, ia meminta warga tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, mengingat ketersediaan pasokan di depo masih memadai.

"Ya, himbauan panic buying mungkin. Sebenarnya nggak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup," cetusnya.

Ia juga memastikan kondisi tersebut tidak mengindikasikan krisis BBM di Bali.

Pemerintah daerah, menurut Koster, tidak melihat adanya potensi krisis pasokan untuk wilayah Bali ke depan.

Baca Juga: Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/BPN Soroti Kepastian Tanah untuk Dongkrak Investasi

"Ah, enggak-enggak. Untuk Bali saya pastikan untuk ke depan ini nggak," tegasnya.

Koster memperkirakan pelayanan pengisian BBM di SPBU akan berangsur normal dalam waktu dekat, seiring berjalannya distribusi dan pengisian kembali stok yang menipis.

"(Kira-kira) 1-2 hari mestinya sudah normal," sebutnya.

Di sisi lain, Koster membantah isu yang mengaitkan kondisi BBM di Bali dengan pengalihan pasokan untuk kegiatan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Kabar Gembira! 242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Tanpa Seleksi Mulai 2027

Ia meminta masyarakat memeriksa langsung ketersediaan pasokan di depo Manggis dan Pesanggaran.

"Wah, enggak tahu saya. Itu enggak ada, enggak ada hubungannya sama Mandalika, ngapain? Enggak ada, aman, aman. Boleh dicek di Manggis sama di Pesanggaran, tiap deponya," tutup Koster.(***)

Editor : Rika Riyanti
bali wayan koster bbm pertamina