BALI EXPRESS - Sebuah insiden mencuri di Provinsi Chachoengsao, Thailand, tidak seperti yang lain ketika seorang pria, yang kemudian diidentifikasi sebagai Anucha (42), memohon kepada petugas polisi untuk memenjarakannya.
Alasannya? Dia ingin melarikan diri dari kekejaman dunia dan permasalahan dalam keluarganya.
Dilaporkan oleh The Thaiger, kejadian ini terjadi pada Kamis (15/2) di sebuah toko daur ulang di distrik Bang Pakong.
Anucha tertangkap tangan oleh pasangan pemilik toko, Somdate (59) dan Yai (62), saat mencoba menjual barang curian.
Yai, merasa curiga dengan asal-usul barang yang Anucha bawa, memutuskan untuk memeriksa rekaman CCTV.
Dan, apa yang dia temukan menggemparkan: Anucha memang mencuri barang dari toko mereka.
Namun, bukannya menyesali perbuatannya, Anucha justru menantang Yai untuk melaporkannya ke polisi.
Bahkan, dia merampas tasnya dan berusaha melarikan diri ketika polisi dipanggil.
Meski berusaha melarikan diri, Anucha berhasil ditangkap oleh pemilik toko dan karyawan setelah menempuh perjalanan sejauh satu kilometer dan melompat ke kolam yang berhasil dihentikan.
Ketika dihadapkan pada petugas polisi, Anucha mengakui perbuatannya dengan air mata.
Dia mengungkapkan keputusasaannya terhadap kejamnya dunia dan permasalahan keluarganya yang memaksanya melakukan aksi kriminal tersebut.
Menurut pengakuannya, dia sudah mencoba untuk melaporkan perbuatan salah orang tuanya dan istrinya, tetapi tidak ada yang mendukungnya.
Anucha merasa putus asa dan terabaikan, akhirnya memilih mencuri sebagai jalan keluar dari tekanan yang dialaminya.
Namun, yang mengejutkan adalah permohonan Anucha untuk dipenjara.
Dia yakin bahwa penahanannya akan memberi "hadiah" bagi keluarganya, melegakan mereka dari masalah yang dia hadapi.
Meski demikian, Anucha harus menghadapi hukuman yang tidak ringan: lima hingga sepuluh tahun penjara dan denda yang mencapai 100.000 hingga 200.000 baht.
Kisah tragis Anucha ini memberikan pemahaman mendalam tentang kompleksitas kehidupan dan tekanan yang mungkin dirasakan seseorang, bahkan sampai pada titik memilih untuk masuk penjara sebagai solusi dari masalah yang dihadapi. ***
Editor : I Putu Suyatra