Kebakaran Pesawat Air Busan Diduga Dipicu Power Bank, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
I Putu Suyatra• Sabtu, 15 Maret 2025 | 13:36 WIB
Kondisi pesawat Air Busan setelah api berhasil dipadamkan, pada 31 Januari 2025. (BBC Indonesia )
BALIEXPRESS.ID - Insiden mengejutkan melanda Bandara Internasional Gimhae, Korea Selatan, pada 28 Januari 2025. Sebuah pesawat milik maskapai Air Busan terbakar, mengakibatkan tiga orang terluka.
Investigasi awal kini mengungkap dugaan mengejutkan: kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh power bank yang terbakar di kompartemen bagasi kabin.
Hasil Investigasi Awal: Power Bank Jadi Pemicu Utama?
Kementerian Perhubungan Korea Selatan pada Jumat (14/3) menyatakan bahwa insulasi dalam baterai power bank yang rusak diduga kuat menjadi penyebab awal kebakaran.
Serpihan power bank yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan bekas hangus yang konsisten dengan kebakaran akibat korsleting baterai lithium-ion.
Meski begitu, penyelidik belum bisa memastikan penyebab pasti kerusakan pada baterai tersebut.
Laporan ini masih bersifat sementara, sementara investigasi mendalam terus berlanjut untuk mengungkap fakta lengkap di balik tragedi pesawat Airbus A321neo ini.
Ancaman Tersembunyi: Bahaya Baterai Lithium-Ion
Baterai lithium-ion yang sering digunakan dalam power bank memang dikenal berisiko tinggi.
Jika terjadi cacat produksi atau benturan keras, baterai ini dapat mengalami overheating hingga meledak.
Risiko ini membuat banyak maskapai melarang power bank disimpan di bagasi sejak 2016, mengikuti aturan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Namun, kejadian ini membuktikan bahwa ancaman kebakaran tetap nyata, bahkan di kabin pesawat.
Maskapai Bertindak Cepat, Aturan Baru Diterapkan
Sebagai respons cepat, Air Busan langsung memperketat aturan terkait power bank. Penumpang kini dilarang membawa power bank ke dalam bagasi kabin demi mencegah insiden serupa.
Langkah ini diikuti oleh maskapai lain seperti China Airlines, Thai Airways, bahkan Singapore Airlines dan Scoot yang mulai melarang pengisian daya power bank di dalam pesawat per 1 April 2025.
Pemerintah Korea Selatan pun tak tinggal diam. Mulai 28 Februari 2025, aturan baru mengharuskan penumpang membawa power bank secara langsung, bukan menyimpannya di bagasi kabin, untuk mengurangi risiko kebakaran.
Pelajaran Berharga: Waspada saat Membawa Power Bank di Pesawat
Kejadian tragis ini menjadi pengingat penting bagi para penumpang pesawat untuk lebih waspada.
Memastikan power bank dalam kondisi baik, tidak penyok, atau rusak bisa menjadi langkah kecil yang menyelamatkan nyawa.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan aturan yang lebih ketat, harapannya tragedi serupa tidak akan terulang.
Namun, pertanyaan besar masih tersisa: apakah teknologi baterai saat ini sudah cukup aman untuk penerbangan? Atau, perlu ada inovasi lebih jauh untuk benar-benar menghindari bahaya laten ini? ***