Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AS Lancarkan Serangan Udara ke Iran, Situs Nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan Jadi Target: Ini Senjata yang Digunakan

Nyoman Suarna • Minggu, 22 Juni 2025 | 20:33 WIB
NASA: Data dari Sistem Informasi Kebakaran untuk Manajemen Sumber Daya (FIRMS) NASA menunjukkan dua pola panas di dekat fasilitas nuklir Fordow Iran pada Minggu pagi.
NASA: Data dari Sistem Informasi Kebakaran untuk Manajemen Sumber Daya (FIRMS) NASA menunjukkan dua pola panas di dekat fasilitas nuklir Fordow Iran pada Minggu pagi.

BALIEXPRESS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran, menargetkan tiga situs nuklir strategis, yaitu Fordow, Natanz, dan Isfahan, Minggu (22/6) waktu setempat.

Dalam operasi militer yang sangat terencana ini, enam pesawat pengebom siluman B-2 Spirit dikerahkan untuk menghantam fasilitas bawah tanah Fordow dengan selusin bom bunker buster. Serangan ini dikonfirmasi langsung oleh seorang pejabat senior AS, sebagaimana dilaporkan CNN.

Tak hanya melalui serangan udara, Angkatan Laut AS juga menembakkan 30 rudal jelajah TLAM (Tomahawk Land Attack Missile) ke dua lokasi nuklir lainnya, yakni Natanz dan Isfahan. Serangan ke Natanz bahkan diperkuat dengan dua bom tambahan.

Senjata utama dalam serangan ini adalah GBU-57A/B Massive Ordnance Penetrator (MOP), bom penghancur bunker paling mematikan dalam arsenal militer AS. Dengan bobot mencapai 13.600 kg dan daya ledak setara 2.700 kg bahan peledak, bom ini dirancang untuk menembus beton bertulang fasilitas bawah tanah sebelum meledak di kedalaman.

“Fordow dikenal sebagai benteng nuklir Iran yang tersembunyi jauh di bawah tanah. Tapi perlindungan beton pun tak mampu menahan serangan MOP,” ungkap sumber militer.

Situs Fordow, yang terletak di dekat Kota Qom, selama ini menjadi pusat utama pengayaan uranium dan dijuluki sebagai benteng nuklir terdalam Iran.

Lokasi ini dibangun untuk tahan dari serangan udara konvensional, namun tak mampu bertahan dari bom bunker buster AS.

Presiden AS Donald Trump menyatakan keberhasilan operasi militer ini dalam pernyataan resminya pada Sabtu (21/6).

Ia menyebut bahwa AS telah “melenyapkan” sejumlah fasilitas nuklir Iran, bahkan membagikan ulang unggahan media sosial bertuliskan: “Fordow has been wiped out.”

Baca Juga: Contoh Kasus di Songan, Ketua Komisi II DPRD Bali Minta Legalisasi Tajen: Ini Alasannya

“Serangan ini adalah sinyal kuat agar Iran kembali ke meja perundingan,” tegas Trump.

Meski serangan ini telah menimbulkan dampak strategis besar, sumber dari pemerintahan AS menyebut belum ada rencana lanjutan.

Saat ini Washington tengah menunggu respons resmi dari pemimpin Iran. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#as #serang #rudal #iran #situs #pesawat #nuklir