Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tidak Sebatas Hiasan dan Sarana Upacara Umat Hindu di Bali, Bunga Gumitir Miliki Manfaat untuk Kesehatan

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 16 Agustus 2023 | 05:00 WIB
Prof Muhamad Syukur berpose di taman bunga gumitir.
Prof Muhamad Syukur berpose di taman bunga gumitir.

DENPASAR, BALI EXPRESS- Bunga gumitir menjadi bunga yang memegang peranan penting dalam aktivitas ritual umat Hindu di Bali.

Bunga gumitir, salah satu bunga untuk membuat sarana upacara umat Hindu di Bali, baik itu canang ataupun untuk dekorasi juga bagus. 

Namun demikian dalam aktivitas persembahyangan, bunga gumitir ini masih sangat jarang digunakan untuk melakukan panca sembah (persembahyangan) karena ada beberapa mitologi yang melarang memakai bunga gumitir untuk sembahyang.

Meski bukan merupakan bunga yang umum untuk sembahyang, ternyata bunga gumitir atau Marigold ini memiliki banyak manfaat sebagai salah satu bahan pangan, tidak saja untuk kesehatan namun juga untuk kecantikan. 

Belum lama ini   Guberur Bali Wayan Koster juga panen bunga gumitir 5 jenis warna, yaitu warna merah, putih, emas, kuning dan orange. Apa saja manfaat bunga gumitir?

Guru Besar IPB University Prof. Dr. Muhammad Syukur yang juga pemulia Marigold varietas Sudamala menjelaskan bahwa bunga gumitir dalam industri makanan dan minuman serta kosmetik, sudah menjadi salah satu komoditi andalan.

“Ini karena Marigold memiliki komposisi antioksidan yang tinggi, mulai dari karotenoid (manfaat karoten adalah mencegah penyakit jantung dan meningkatkan sistem imun), translutein, Flavonoid , hingga kandungan vitamin A dan vitamin C yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit,” bebernya.

Selain itu, disebutkan Prof. Syukur ada beberapa manfaat mengonsumsi bunga gumitir, baik dijadikan teh, campuran salad atau digunakan sebagai bahan makanan lainnya. 

Bunga gumitir berfungsi sebagai antikarsinogenik atau sering dikenal sebagai solusi kanker.

Bunga gemitir yang mengandung senyawa flavonoid dan betakaroten yang membuat bunga gumitir berwarna kuning cerah atau orange ini, berfungsi sebagai antioksidan yang bertugas untuk melawan radikal bebas bagi tubuh manusia sehingga bisa mencegah proses penuaan dini. 

Bunga gumitir secara alami dikatakan Prof Syukur memiliki fungsi sebagai antivirus.

Bunga gumitir mampu mengatasi gejala demam, mengatasi sakit tenggorokan, mengencerkan dahak, obat batuk alami hingga mencegah pertumbuhan bakteri TBC dalam tubuh manusia. 

Minyak yang dihasilkan oleh bunga gumitir diakui Prof. Syukur menjadi salah satu essentials oil incaran pabrik kosmetik dunia, pasalnya minyak gumitir ini mampu menjadi obat yang cukup efektif dalam mengobati kulit yang kering.

Minyak bunga gumitir juga dikenal mampu menyembuhkan masalah kulit lainnya seperti eksim, psoriasis, gatal-gatal, bahkan ruam popok yang umumnya dapat dijumpai pada tubuh bayi.

“Minyak bunga gemitir diketahui mengandung zat yang berfungsi sebagai antiinflamasi yang sangat baik dalam mengurangi peradangan dan mengurangi pembengkakan akibat cedera pada kulit,” terangnya.

Bunga gemitir mampu bersifat sebagai detoksifikasi. Manfaat detoksifikasi yaitu membantu membersihkan racun dari dalam tubuh, terutama dari hati dan kantung empedu.

Hal ini akan sangat membantu tubuh menjadi bugar dan terhindar dari berbagai penyakit, serta efek negatif yang mungkin melanda tubuh.

Nyeri selama menstruasi sering kali menjadi permasalahan yang sangat mengganggu bagi seorang wanita.

Namun, hal ini dapat diatasi dengan meminum teh bunga gumitir sebab kandungan di dalamnya bersifat sebagai emmenagogic (herba yang membantu menstimulasi aliran darah di area panggul dan uterus, sehingga mampu merangsang menstruasi) yang mampu menenangkan rahim. Selain itu, mengonsumsi teh ini mampu meringankan gejala menopause.

Cara menyajikan teh bunga gumitir, cukup mudah setelah bunga gumitir segar dicuci bersih dan sudah dipisahkan dari kelopaknya, ambil secukupnya sekitar satu sendok makan masukkan ke gelas dan tuangi air panas, setelah berubah warna teh bunga gemitir bisa dinikmati. 

Jika menggunakan bunga kering juga bisa, namun takarannya bisa dikurangi, jika pada bunga segar menggunakan satu sendok makan, untuk bunga kering bisa gunakan takaran setengah sendok makan untuk satu gelas air (150 ml) air panas.

Untuk penambah rasa, seduhan bunga gumitir bisa dicampurkan tock sugar atau madu dan perasan jeruk nipis. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #hindu #bunga gumitir