BANGLI, BALI EXPRES- Setelah beberapa hari stok menipis, kini vaksin antirabies untuk manusia di Kabupaten Bangli, Bali benar-benar habis.
Tidak adanya stok vaksin antirabies itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bangli dr. I Nyoman Arsana Rabu, 1 November 2023.
Namun demikian, Arsana mengatakan, jika ada masyarakat Bangli digigit anjing rabies, tetap akan dapat vaksin antirabies.
Arsana mengungkapkan, stok vaksin antirabies untuk manusia sebenarnya masih ada di Pemprov Bali. Hanya saja tidak didistribusikan ke kabupaten.
Namanya stok emergency. “Stok emergency jadi satu di provinsi,” ungkap pejabat asal Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli ini.
Arsana menerangkan, ketika ada masyarakat Bangli digigit anjing, tidak seperti dulu langsung dapat vaksin.
Sekarang harus dipastikan anjing yang menggigit terpapar rabies atau tidak melalui uji laboratorium.
Apabila anjingnya positif rabies, maka pemerintah akan memfasilitasi untuk mengambilkan vaksin antirabies ke Pemprov Bali 1 x 24 jam.
Baca Juga: Pemprov Bali Bakal Bangun Pasar Induk di Empat Lokasi pada 2024
Pemberian vaksin juga sesuai SOP. “Intinya masyarakat jangan panik,” pesan Arsana.
Arsana pun mengakui, kasus gigitan anjing di Bangli rata-rata 10 kasus per hari, tapi banyak yang tidak rabies. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada.
Mereka yang memelihara anjing agar memperhatikan kesehatan hewan peliharaannya, salah satunya dengan rutin disuntik vaksin antirabies yang difasilitasi Dinas Pertanian.
Jika masyarakat digigit anjing supaya segera mencuci dengan air mengalir dan melapor ke pelayanan kesehatan terdekat agar bisa dilakukan langkah-langkah sesuai SOP. (*)