Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Intermittent Fasting (Puasa Intermiten), Fenomena Populer Dunia: Panduan Lengkap dan Manfaat Kesehatan

I Putu Suyatra • Sabtu, 13 Januari 2024 | 14:48 WIB
Ilustrasi diet cepat kurus dan sehat. (pixabay/happyveganfit).
Ilustrasi diet cepat kurus dan sehat. (pixabay/happyveganfit).

BALI EXPRESS - Intermittent Fasting atau puasa intermiten saat ini menjadi fenomena kesehatan dan kebugaran yang sedang populer di seluruh dunia.

Metode ini melibatkan siklus makan dan puasa secara bergantian, dengan variasi waktu makan dan jumlah kalori yang dapat dikonsumsi.

Apa itu Intermittent Fasting?

Puasa intermiten adalah pola konsumsi di mana seseorang melakukan siklus antara periode makan dan puasa.

Ini bukan hanya tentang jenis makanan yang dikonsumsi, melainkan kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya.

Berbagai metode puasa intermiten membagi hari atau minggu menjadi periode makan dan puasa.

Banyak orang secara alami berpuasa ketika tidur, tetapi puasa intermiten melibatkan lebih dari itu, seperti memperpanjang waktu tidur, melewatkan sarapan, atau menyesuaikan jadwal makan harian.

Manfaat Intermittent Fasting

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Intermittent Fasting dapat membawa berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk:

  1. Menurunkan Berat Badan: Puasa intermiten membantu mengurangi asupan kalori dan mengubah lemak menjadi energi, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan.

  2. Menurunkan Risiko Diabetes: Puasa membantu meningkatkan sensitivitas insulin, mengontrol kadar gula darah, dan mengurangi risiko diabetes.

  3. Menjaga Kesehatan Jantung: Puasa dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol, mendukung fungsi optimal jantung.

Baca Juga: Rahasia Asam Urat Tinggi: Penyebab, Pencegahan, dan Solusi Efektif untuk Kesehatan Optimal

Cara Melakukan Intermittent Fasting

Berikut adalah beberapa metode populer untuk melakukan Intermittent Fasting:

  1. Daily Time-Restricted Fasting (Metode 16/8): Mengonsumsi makanan dalam jangka waktu 8 jam dan berpuasa selama 16 jam.

  2. 5:2 Fasting: Mengonsumsi makanan normal selama 5 hari dan berpuasa atau membatasi kalori selama 2 hari dalam seminggu.

  3. Alternate Day Fasting: Mengonsumsi makanan normal pada satu hari dan berpuasa penuh atau membatasi kalori pada hari berikutnya.

  4. Warrior Diet: Mengonsumsi buah dan sayur pada siang hari, diikuti makanan normal pada malam harinya.

Perlu Diperhatikan

Meskipun Intermittent Fasting memiliki manfaat, tidak semua orang cocok untuk metode ini.

Beberapa orang mungkin mengalami perubahan suasana hati, rasa lapar, atau kesulitan menemukan rutinitas yang sesuai.

Konsultasi dengan layanan kesehatan dapat membantu menentukan apakah Intermittent Fasting sesuai untuk Anda dan memilih rencana makan yang efektif. (*) 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#fenomena #Intermittent fasting #manfaat