DENPASAR, BALI EXPRESS- Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Bali terus meningkat sejak awal tahun.
Bahkan, tak hanya menjangkiti warga lokal, wisatawan yang sedang berlibur di Bali juga ada kena DBD.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr.I Gusti Ayu Raka Susanti mengklaim kasus DBD menurun dibandingkan tahun lalu.
Namun demikian, ia tak menampik memang sejak awal tahun, kasus DBD di Bali merangkak naik.
Jumlah kasus terbanyak di tiga daerah, yakni Badung, Denpasar dan Gianyar.
“Kalau Januari sekitar 700, naik. Maret 1.000 lebih kasus. April ini sekitar 300 sudah tercatat. Mudah-mudahan sudah terjadi penurunan,” ungkap Raka Susanti, Sabtu, 20 April 2024.
“Yang tinggi Badung, Gianyar dan Denpasar,” jelas Raka Susanti.
Seperti diketahui, tiga daerah itu merupakan daerah pariwisata. Pihaknya berharap masyarakat lokal maupun wisatawan bisa menghindari gigitan nyamuk.
Caranya dengan pakai lotion antinyamuk karena nyamuk keluar siang hari.
“Jam menggigit nyamuk siang hari. Keluar pakai lotion antinyamuk dan tidur siang disemprot. Pakai kelambu kalau tidak mau terganggu aroma obat nyamuk,” sarannya
Sementara disinggung sudah ada wisatawan asing yang terkena DBD, Raka Susanti menegaskan tidak tahu karena laporan yang masuk tidak membedakan warga lokal maupun wisatawan.
Menurutnya, data wisatawan kena DBD kemungkinan yang mengetahui petugas kesehatan di kabupaten/kota.
Tidak hanya DBD, jelas Raka Susanti, wisman rawan juga terkena diare.
“Tidak melihat wisatawan atau apa. Kalau kasusnya tinggi segera kami lakukan intervensi. Seperti di Denpasar, petugas puskesmas yang turun ke rumah- rumah. Kami memang belum membedakan wisatwan atau tidak. Tapi kabupaten/kota pasti bergerak,” tuturnya.
Editor : I Made Mertawan