BALI EXPRESS - Sayur pakis yang lebih dikenal dengan nama sayur paku di Bali memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Banyak jurnal kesehatan menyatakan bahwa mengonsumsi sayur-sayuran sangat baik untuk kesehatan.
Selain melancarkan metabolisme, sayur-sayuran memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita.
Salah satu sayuran yang memiliki manfaat luar biasa adalah sayur paku atau pakis.
Di Bali, sayur paku sering dijadikan lauk pauk dengan cara ditumis, dibuat sayur berkuah, atau dijadikan plecing dengan sambal terasi khas.
Sayur ini mudah ditemukan di pasaran karena banyak terdapat di Bali, di antaranya tumbuh di ladang hingga tebing.
Sayur paku mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, vitamin A, vitamin C, natrium, kalium, kalsium, dan serat.
Nutrisi-nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Berikut adalah 5 manfaat sayur paku atu pakis bagi kesehatan tubuh:
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Sayur paku mengandung potasium dan niasin yang membantu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
2. Meningkatkan Produksi Sel Darah Merah
Sayur paku mengandung zat besi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu produksi sel darah merah.
Kandungan tembaganya juga membuat darah kaya akan oksigen sehingga fungsi tubuh dapat berjalan optimal.
- Menjaga Kesehatan Mata
Penglihatan adalah jendela kehidupan kita. Mengonsumsi sayur paku dapat membantu menjaga kesehatan mata karena kandungan vitamin A di dalamnya.
4. Meningkatkan Sistem Imun Tubuh
Vitamin C dalam sayur paku/pakis membantu meningkatkan sistem imun tubuh, menjaga kondisi tubuh tetap maksimal sehingga kita bisa menjalankan aktivitas dengan leluasa.
Baca Juga: Mantan Pemain Bali United Kelahiran Denpasar Dikaitkan dengan Tim Promosi Liga 1 Indonesia
- Baik untuk Pencernaan
Kandungan serat yang tinggi dalam sayur paku membantu mencegah sembelit dan diare, menjaga pencernaan tetap sehat.
Mengkonsumsi sayur ini sebaiknya tetap imbangi dengan gaya hidup sehat seperti olahraga rutin dan makanan bergizi lainnya!
Kadek Danila Suri Saputri *
*Mahasiswa PKL STAHN Mpu Kuturan Singaraja.
Editor : Nyoman Suarna