Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perawatan Mata Juling Pada Anak

Iqbal Kurnia • Senin, 22 Desember 2025 | 00:52 WIB

 

Photo
Photo

 

Oleh: dr. Putu Ayu Wulansari, Sp.M
Universitas Warmadewa

 

Mata juling, atau dalam istilah medis disebut dengan “strabismus”, adalah suatu kondisi ketidaksejajaran mata.Kedua mata tidak dapat mempertahankan posisi yang sama saat melihat suatu objek, sehingga seringnya terlihat satu mata berusaha fokus sedangkan mata yang lain bergerak ke arah yang berbeda dari posisi objek. Kedudukan mata yang juling dapat mengarah ke dalam, luar, ke atas maupun bawah.

Pada umumnya, strabismus hampir tidak menunjukkan gejala selain yang terlihat dari luar (posisi mata tidak sejajar). Hal ini berkaitan dengan penyebab dan awal munculnya strabismus. Kebanyakan kasus strabismus terjadi sejak usia dini, sehingga sistem otak telah terbiasa memproses rangsang penglihatan bergantung dari mata yang sehat saja dan mata yang mengalami kelainan akan berkembang tanpa perbaikan (“mata malas”).

Barulah bila dilakukan pemeriksaan secara lengkap, akan terlihat hasil abnormal pada orang dengan strabismus yaitu terdapat perbedaan detail persepsi objek bila dibandingkan dengan mata normal. Sebagian besar orang dewasa dengan strabismus telah memiliki kondisi ini sejak kecil dan terbiasa melakukan aktivitasnya sehari-hari tanpa gangguan. Pada kasus strabismus yang muncul mendadak, biasanya baru didapatkan gejala seperti pandangan berbayang (diplopia) hingga nyeri kepala – tergantung dari keadaan atau mekanisme yang mendasari.  

Pada strabismus yang terlihat sejak lahir, penyebabnya tidak diketahui secara pasti. Kemungkinan ada kaitannya dengan kelainan sistem saraf yang menyebabkan otot-otot penggerak bola mata menjadi tidak berkoordinasi dengan baik. Kelainan ini tentunya bisa diusahakan untuk dikoreksi dan dihilangkan bila ditangani pada masa relatif awal kehidupan. Kuncinya adalah menemukan sedari dini tanda-tanda mata juling pada perkembangan anak.

Berikanlah stimulasi pada bayi sejak usia 3 bulan dengan menggerakkan benda-benda di sekitarnya, kemudian perhatikan posisi kedua mata saat berusaha memfokuskan pandangannya pada benda tersebut. Bila terjadi gerakan mata yang tidak searah, atau pada anak cenderung sering memicingkan mata dan membenarkan posisi kepalanya saat melihat sesuatu – bisa jadi hal tersebut merupakan tanda adanya mata juling. Normalnya, pada usia 6-9 bulan, koordinasi gerakan dan arah kedua mata bayi terhadap suatu benda sudah berkembang baik.

Pada kasus tertentu, perawatan penderita strabismus terbilang cukup sederhana yaitu menggunakan kacamata serta melatih otot-otot penglihatan dengan metode “menutup mata” yang sehat beberapa jam sehari. Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi seperti mata malas (amblyopia) yang sulit ditangani hingga dapat berujung penurunan tajam penglihatan secara signifikan yang akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Studi menyebutkan bahwa sebaiknya anak dibawa untuk pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis pada kisaran usia 9-12 bulan. Bila telah dicurigai ada kelainan, pemeriksaan bisa dilakukan sesegera mungkin sebelum usia 6 bulan. Semakin cepat strabismus terdiagnosis, maka semakin bagus kemungkinan keberhasilan terapinya.

Editor : Iqbal Kurnia
#anak #juling #perawatan