BALIEXPRESS.ID – RSUD Bangli mulai membuka layanan mamografi sejak beberapa hari lalu.
Peralatan pemeriksaan khusus payudara ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Oka Darsana, Sp.An, mengatakan layanan tersebut sementara baru melayani pasien umum.
Baca Juga: Hilang Saat Mancing di Pantai Bukit Asah, Ayah Ungkap Sosok Agus yang Jadi Andalan Keluarga
Pelayanan menggunakan JKN masih menunggu persetujuan BPJS Kesehatan, diperkirakan dapat diterapkan pada November mendatang.
Mamografi merupakan pemeriksaan khusus untuk mendeteksi kelainan pada payudara.
Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk skrining atau deteksi dini ketika ditemukan benjolan, maupun sebagai penunjang diagnostik setelah pasien menjalani pemeriksaan dokter.
Baca Juga: Polres Klungkung Sidak Kos di Bypass Mantra, Dua Orang Positif Gunakan Sabu
Menurut Oka Darsana, mamografi membantu dokter spesialis bedah memastikan kelainan pada payudara.
Sebab, tidak semua benjolan merupakan tumor, tetapi bisa juga disebabkan oleh kelenjar susu yang tersumbat atau penyebab lainnya.
Baca Juga: BRI Hadirkan Qlola Mobile, Perkuat Fleksibilitas Akses Finansial Bisnis Korporasi
“Tidak semua benjolan di payudara tumor, bisa kelenjar susunya tersumbat,” jelas Oka Darsana saat ditemui Selasa (27/10/2026).
Ia menambahkan, pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan melalui ultrasonografi (USG).
Mamografi memiliki kelebihan karena dapat digunakan untuk memeriksa payudara berukuran besar.
Keberadaan layanan ini diharapkan memudahkan masyarakat Bangli mendapatkan pemeriksaan.
Sebelumnya, pasien yang membutuhkan pemeriksaan mamografi harus dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas tersebut, salah satunya RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Proses rujukan membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya untuk perjalanan bolak-balik. “Kalau pelayanan kan bisa saja ditanggung BPJS,” jelasnya.
Selain mamografi, RSUD Bangli juga tengah mempersiapkan pembukaan layanan kemoterapi. Saat ini, layanan tersebut masih dalam tahap persiapan. (*)