Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wujudkan Natal Damai: Mencegah Terorisme dan Intoleransi

I Putu Suyatra • Senin, 25 Desember 2023 | 17:46 WIB
NATAL : Suasana perayaan Natal di Gereja Paroki Santo Paulus, Singaraja, Minggu (25/12). Dian Suryantini/Bali Express
NATAL : Suasana perayaan Natal di Gereja Paroki Santo Paulus, Singaraja, Minggu (25/12). Dian Suryantini/Bali Express

Natal merupakan momen penuh kegembiraan, kedamaian, dan harapan di seluruh dunia. Sayangnya, ancaman terorisme dan intoleransi sering menghiasi perayaan ini. Dalam upaya menciptakan Natal yang damai dan bermakna, kita perlu bersama-sama mengatasi tantangan ini.

Penting untuk menghargai perbedaan budaya, agama, dan etnis di sekitar kita. Dengan toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman, kita dapat membentuk Natal yang damai, menghargai nilai-nilai pluralisme. Di era media sosial, kebenaran berita menjadi perhatian utama pemerintah karena potensi provokasi dan penyebaran berita bohong.

Menjelang Natal, aparat keamanan gencar mensosialisasikan bahaya intoleransi dan radikalisme, terutama di daerah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir aksi radikal yang dapat mengganggu perayaan dan ibadah Natal.

Kapolres Kutai Barat, melalui Kapolsek Jempang, Iptu Sunarto, menekankan kepada warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu benar. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Imbauan tersebut juga mencakup penjelasan tentang bahaya radikalisme dan aliran sesat. Jika ada dugaan terhadap aliran tersebut atau situasi kriminalitas, masyarakat diminta segera melaporkan ke Polsek.

Personel keamanan mengajak warga menolak paham radikalisme, mendorong toleransi antar umat beragama, suku, ras, etnis, dan budaya. Masyarakat diharapkan memberikan informasi tentang tindak pidana atau potensi gejolak masyarakat agar dapat dideteksi dan dicegah secara dini.

Kasubbid PID Bidhumas Polda Bali, AKBP I Made Witaya, menekankan peran Puslitbang Polri dalam melakukan penelitian dan riset untuk mendukung transformasi kepolisian menuju Polri yang presisi.

Fokus kegiatan ini adalah melihat bagaimana kepolisian dan masyarakat bersinergi dalam menghadapi dan mencegah intoleransi serta paham radikalisme. Menurutnya, tindakan intoleransi dan radikalisme dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk perbedaan budaya, keyakinan keagamaan, diskriminasi ras dan etnis, pengaruh media sosial, kelompok ekstrim, dan ketidaksetaraan ekonomi.

Kasubbid PID menggarisbawahi peran Humas dalam mencegah intoleransi dan radikalisme. Upaya yang dilakukan mencakup narasi, publikasi, viralisasi, counter opini, dan patroli siber.

Aparat keamanan Bidang Humas Polda Jatim berkolaborasi menekankan kepada masyarakat agar mengantisipasi dan mencegah radikalisme secara mandiri. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menegaskan pentingnya upaya mandiri dengan menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka, toleran, waspada terhadap provokasi, bergabung dalam komunitas perdamaian, dan bergabung dalam damai.

Mewujudkan Natal damai tanpa terorisme dan intoleransi memerlukan kerjasama semua pihak. Dengan mendidik, berdialog, melibatkan masyarakat, memperkuat keamanan, dan menyebarkan pesan positif, kita dapat menciptakan suasana Natal yang aman, damai, dan penuh keberagaman. Melalui kampanye media sosial, iklan, dan kegiatan publik, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perdamaian dan toleransi selama musim Natal.

Oleh: Junika Karmila (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik)

Editor : I Putu Suyatra
#Natal