Dokter konsultan Adiksi NAPZA, RSUP Sanglah, Dr. dr. Luh Nyoman Alit Aryani, SpKj (K)., menyebutkan, Napza menjadi berbahaya karena penggunaannya disalahgunakan untuk keperluan non medis. "Hal inilah yang membuat Napza merusak kesehatan fisik dan mental, untuk itu masyarakat diharapkan bisa mengenali berbagai jenis narkoba yang banyak beredar di Indonesia, beserta efeknya pada pengguna dan kesehatannya," jelasnya.
Dilanjutkan dr. Alit, selain untuk keperluan medis, sampai saat ini Napza masih ilegal di Indonesia. Namun demikian, jenis-jenis narkoba sangat beragam dan masing-masing memiliki bahan dasar dan efek yang berbeda terhadap tubuh.
Ada berbagai macam jenis narkoba, namun yang paling banyak ditemukan dan digunakan masyarakat sehingga menimbulkan efek negatif bagi kesehatan ada sekitar lima jenis. "Peredaran kelima jenis Narkoba ini sehingga masyarakat bisa mendapatkan dan menggunakannya secara ilegal," lanjutnya.
Adapun kelima jenis narkoba ini, antara lain, kokain, jenis narkoba initermasuk dalam jenis narkoba yang sangat adiktif dan bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Obat ini, bisa dimanfaatkan dalam beberapa prosedur medis, kokain bisa disalahgunakan untuk tujuan rekreasional dapat memicu otak melepaskan dopamin dan menciptakan rasa gembira untuk sesaat.
Selanjutnya adalah, ganja daun, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa yang dikeringkan. Jenis narkoba yang terkenal dengan sebutan “cimeng” ini biasanya digunakan dengan cara dihisap seperti rokok, dimasukkan ke makanan, atau diseduh sebagai teh.
Heroin atau putaw adalah jenis narkoba adiktif yang berasal dari bunga opium poppy. Beberapa obat yang segolongan dengan heroin dapat dimanfaatkan sebagai pereda nyeri di beberapa kasus medis.Ada juga ekstasi adalah obat sintesis turunan obat amfetamin yang dikenal karena efek halusinasi dan stimulannya (membuat bersemangat). Jenis narkoba ini berisiko tinggi disalahgunakan dan bisa menyebabkan ketergantungan
Methamphetamine atau sabu-sabu adalah jenis narkoba stimulan yang bekerja pada sistem saraf pusat dan sangat adiktif. "Jenis narkoba ini termasuk dalam daftar narkoba yang paling sering disalahgunakan di Indonesia. Sabu-sabu berbentuk bubuk kristal putih, tidak berbau, dan terasa pahit," tambahnya.