“Ketika IPS menanyakan kepada responden apakah suka atau kurang suka terhadap Prabowo-Erick sebagai pasangan capres-cawapres periode 2024-2029, sebanyak 62,5 persen mengaku suka,” kata Alfin dalam siaran daring, Rabu (19/10) dikutip dari Jawa Pos.
Selain Erick Thohir, tokoh lain yang juga diterima publik cukup signifikan adalah Ridwan Kamil. Tingkat akseptabilitas pasangan Prabowo-Ridwan Kamil adalah 60,8 persen. “Tingkat penerimaan publik terhadap pasangan Prabowo-Ridwan Kamil tersebut bahkan juga masih lebih tinggi dari pasangan Anies-Ridwan Kamil maupun pasangan Ganjar-Ridwan Kamil,” ungkap Alfin.
Mengenai Muhaimin Iskandar, lanjut Alfin, meskipun tingkat akseptabilitasnya tidak setinggi Erick Thohir maupun Ridwan Kamil, peluang Ketua Umum PKB itu untuk berduet dengan Prabowo juga cukup besar. Sebab, kekuatan Muhaimin Iskandar bukan terletak pada akseptabilitas dan elektabilitas personalnya, melainkan pada kemampuannya menggerakkan jaringan nahdliyin (NU) yang selama ini sebagian besar menjadi konstituen PKB. “Jika duet Prabowo-Muhaimin dapat menguasai NU dan Jawa Timur, peluang menang dalam Pilpres 2024 sangat besar,” ucap Alfin.
Sebagaimana diketahui, survei IPS ini dilakukan pada 7-17 Oktober 2022 di 34 provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Populasi survei ini adalah seluruh penduduk Indonesia yang sudah berusia 17 tahun dan memiliki e-KTP.
Jumlah sampel sebesar 1200 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-state random sampling). Batas kesalahan (margin of error)+/- 2,83 persen dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka langsung dengan responden berpedoman kuesioner.
Editor : Nyoman Suarna