Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sidang Luhut Panas, Hakim Cokorda Sebut Suara Kuasa Hukum Mirip Perempuan

Nyoman Suarna • Sabtu, 10 Juni 2023 | 02:00 WIB
Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana.
Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana.

BALI EXPRESS - Sidang kasus pencemaran nama baik terhadap Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi sorotan publik. Pasalnya, saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (8/6), terjadi debat panas antara Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan kuasa hukum Haris-Fatia dan Haris Azhar.


Suasana menegangkan itu berawal dari Hakim Ketua Cokorda Gede Arthana menyinggung kuasa hukum Haris-Fatia berjenis kelamin laki-laki memiliki suara kecil seperti perempuan.


“Ini saudara suaranya kan seperti perempuan gitu loh. Tolong keras sedikitlah,  ganti-ganti,” ucap Hakim Cokorda di ruang sidang PN Jakarta Timur, Kamis (8/5).


Sontak pernyataan Hakim Cokorda yang dinilai seksis membuat kuasa hukum Haris Azhar protes. Mereka tidak terima dan meminta majelis hakim untuk mencabut pernyataannya.


“Saya keberatan jika majelis mengatakan demikian. Mohon dicabut, tidak mengatakan suara seperti perempuan. Dicabut majelis. Ada perempuan di sini, di jaksa juga ada perempuan. Ibu kita juga semua perempuan,” ucap kuasa hukum Haris-Fatia.


Sementara itu video cuplikan sidang kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut Binsar Pandjaitan itu viral di media sosial Twitter. Salah satunya oleh akun @bersihkan_indo yang mengunggah beberapa kejanggalan di sidang Fatia-Haris.


“Pengadilan Negeri Jakarta Timur dibooking oleh lord Luhut. Tidak ada yang boleh sidang kecuali Luhut,” tulisnya, Kamis (8/6).


Akun tersebut juga mengungkap bahwa pengadilan saat itu dijaga ketat oleh aparat TNI dan Polri. Bahkan ada upaya menghalangi kuasa hukum Haris Fatia untuk masuk.


Akun tersebut juga menyorot terkait pernyataan hakim ketua yang diduga merendahkan kuasa hukum Haris dan Fatia.


“Saat kuasa hukum Fatia-Haris mengajukan pertanyaan ke Luhut, JPU kerap memotong pembicaraan. Bukannya menegur JPU, hakim justru menyalahkan dan merendahkan kuasa hukum Haris Fatia dengan mengatakan suara saudara seperti perempuan,” cuit akun tersebut.

Editor : Nyoman Suarna
#Lord #kuasa hukum #Sidang Haris-Fatia #Pencemaran nama baik #Mirip Perempuan #PN Jakarta Timur #Luhut Binsar Pandjaitan #Menko Marves #sakit hati #Hakim Cokorda