Tragisnya, kasus penganiayaan ini berujung pada kematian DSA. Publik mencoba mencari tahu sosok sebenarnya Gregorius Ronald Tannur. Apakah benar ia merupakan anak dari Edward Tannur? seorang anggota DPR RI dari NTT.
Baca Juga: PSS Sleman Berambisi Akhiri 5 Laga Tanpa Kemenangan
Kasus penganiayaan yang dialaminya sangat serius, dan peristiwa itu terjadi di Surabaya pada Rabu, 4 Oktober 2023, dini hari. Penganiayaan berujung maut yang diduga dilakukan anak pejabat terhadap wanita yang merupakan kekasih dari pelaku itu terjadi di sebuah room karaoke di daerah Surabaya. Kejadian dugaan penganiayaan ini terjadi di Blackhole KTV Club, Lenmarc Mall, Surabaya.
Diketahui, GRT adalah penduduk asli Kota Kefamenanu, Kabupaten Kota Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto wajah GRT pun semakin menyebar di media sosial.
Sosok sang ayah diduga bernama Edward Tannur SH yang menjabat anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur II. Namun kabar tersebut perlu ditindaklanjuti lebih jelas.
Menurut kuasa hukum korban, Dimas Yemahura, GRT merupakan anak dari seorang anggota DPR RI yang mewakili Nusa Tenggara Timur. GRT telah diajukan laporan di SPKT Mapolrestabes Surabaya atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dan atau dengan sengaja merampas nyawa orang lain, sesuai dengan ketentuan Pasal 351 Ayat 3 dan atau Pasal 338 KUHP.
Baca Juga: PSS Sleman Berambisi Akhiri 5 Laga Tanpa Kemenangan
Peristiwa penganiayaan dimulai ketika korban, GRT, dan rekan-rekannya pergi ke sebuah tempat karaoke pada malam Selasa 3 November 2023.
“Mbak DSA pada Selasa malam diajak oleh teman-temannya termasuk saudara GRT ke klub malam. Kemudian di dalam itu ada perselisihan antara saudara GRT ini dengan Mbak DSA,” imbuhnya dikutip dari Radar Jabar.
Pertengkaran tersebut berujung tindakan penganiayaan yang terjadi di dalam ruangan studio karaoke. Kekerasan terus berlanjut di area tempat parkir mobil, bahkan mengakibatkan korban terjatuh dan tidak sadarkan diri di sana.
"Saudara GRT malah memvideo Mbak DSA yang tergeletak di halaman basement, dan mengatakan dia (terduga pelaku) enggak tahu kenapa tergeletak," jelasnya,
Korban yang sudah tak sadarkan diri sempat dibawa ke appartemen sebelum akhinya dibawa ke rumah sakit karena menyadari korban sudah tak bernafas.