Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gegara Dituding Tukang Fitnah, Roy Suryo akan Perkarakan Ketua KPU

Nyoman Suarna • Senin, 25 Desember 2023 | 15:38 WIB
HUKUM: Pakar Telematika, Roy Suryo, akan perkarakan Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang menyebut dirinya tukang fitnah.
HUKUM: Pakar Telematika, Roy Suryo, akan perkarakan Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang menyebut dirinya tukang fitnah.

JAKARTA, BALI EXPRESS  — Pakar Telematika Roy Suryo akan perkarakan Ketua KPU Hasyim Asy’ari yang menyebut dirinya tukang fitnah.

Sebelumnya mantan menpora ini menyoroti soal mikrofon tambahan yang digunakan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (24/12/2023) malam.

Tak terima dengan tudingan tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari menyebut Pakar Telematika Roy Suryo telah menyebarkan fitnah hingga membuat gaduh di media sosial.

Menurut Hasyim, debat berlangsung secara spontan, sehingga tidak ada contekan maupun bisikan yang diterima cawapres saat debat berlangsung.

Kata Hasyim tidak ada yang mendikte debat tersebut, para kandidat tidak baca contekan dan menerima bisikan.

“Roy suryo memang tukang fitnah,” kata Hasyim dalam keterangannya, Minggu (24/12/2023) seperti dikutip dari Radar Cirebon

Menanggapi hal tersebut, pemerhati Multimedia itu bakal menempuh jalur hukum atas pernyataan Ketua KPU.

Dalam pesan WhatsApp Roy Suryo menyampaikan, tidak mengetahui apa dasar dan latar belakang serta niat dari Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengucapkan perkataan “Roy Suryo Tukang Fitnah”.

Roy menambahkan, saat ini tim hukumnya sedang mengkaji langkah-langkah yang akan ditempuh terhadap perkataan yang disampaikan oleh Ketua KPU Hasyim Asy’ari.

Mengingat, lanjut Roy,  pemahaman mengenai kata Tukang adalah seorang ahli atau seorang yang memiliki kebiasaan.

Roy menjelaskan diksi ‘fitnah’ dan ‘tukang fitnah’ merupakan dua hal yang berbeda. Ia mengatakan diksi ‘tukang’ ditujukan untuk menggambarkan orang berpengalaman dan sering melakukan.

“Misal tukang kayu, tukang mebel. Orang yang biasa membuat mebel. Tukang bohong sudah sering berbohong atau ada putusan pengadilan yang mengatakan dia suka bohong,” tuturnya.

“Saya lagi membahas, ya, ada tim hukum saya lagi kaji ucapan tukang fitnah itu. Itu serius,” tandas Roy Suryo.

Namun, Roy tidak mau menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan dilakukannya.

“Bahwa dalam waktu dekat akan ada tindakan dari tim hukum saya, pertanyakan ketua KPU soal tuduhan tukang fitnah itu,” ucap dia.

Sebelumnya, Hasyim menanggapi unggahan Roy terkait mic yang digunakak Gibran.

Menurut Hasyim, para cawapres yang mengikuti debat Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (22/12) malam, menggunakan alat mikrofon yang sama.

“Semua cawapres pakai alat yang sama. Semua cawapres pakai 3 mik untuk mengantisipasi ada mik yang mati,” beber Hasyim dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (23/12/2023) malam.

Ditegaskannya kembali, bahwa Gibran tak menggunakan ear feeder atau pengumpan telinga. Ia menjelaskan bahwa alat yang berada di telinga para cawapres merupakan cantolan mik.

 “Bukan ear feeder, itu mik yang ditempel di pipi dan dicantolkan di kuping,” jelasnya.

“Semua cawapres bisa ditanya dan juga stasiun TV penyelenggara debat, dan juga tim paslon yang berada di holding-room saat pemasangan mik, bisa ditanya,” ucapnya.

Hasyim memastikan debat cawapres berlangsung dengan adil dan spontan. Ia menyayangkan analisis Roy Suryo yang keliru.

“Saya sebagai penyelenggara juga tahu dan siap tanggung jawab. Debat spontan, tidak mungkin didikte, mendengarkan bisikan atau baca contekan. Roy Suryo memang tukang fitnah,” pungkasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#roy suryo #Ketua KPU #tukang fitnah #perkarakan