Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Curhat Memilukan Dante, Anak Enam Tahun Tamara Tyasmara, Korban Meninggal Saat Latihan Renang

I Putu Suyatra • Selasa, 13 Februari 2024 | 00:58 WIB
Tangkapan layar CCTV saat Dante menjalani proses berenang bersama Yudha Arfandi. (Twitter (X)/@tanyaknrl)
Tangkapan layar CCTV saat Dante menjalani proses berenang bersama Yudha Arfandi. (Twitter (X)/@tanyaknrl)

BALI EXPRESS - Sebuah tragedi mengguncang masyarakat saat Raden Andante Khalif Pramudityo, yang akrab dipanggil Dante, seorang anak berusia enam tahun, meninggal dunia dalam keadaan tragis di kolam renang di Kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Namun, di balik kejadian menyedihkan tersebut, terkuak sebuah permintaan terakhir yang mengharukan yang disampaikan Dante kepada sang ayah sebelum kepergiannya.

Dante, dalam curahan hati terakhirnya kepada ayahnya, Angger Dimas, dengan tegas menyampaikan keinginannya untuk mengakhiri pelajaran renangnya bersama Tamara Tyasmara, ibunya.

Permintaan ini terungkap sebelum Dante menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 27 Januari 2024.

Menurut keterangan Angger Dimas, Dante telah menyatakan ketidaknyamanannya terhadap cara pelatihan yang diberikan oleh Yudha Arfandi, kekasih ibunya, dan bahkan telah mengungkapkan keinginannya untuk menghentikan kegiatan berenang bersama Tamara Tyasmara.

Dante meminta ayahnya untuk menyampaikan keinginannya itu kepada Tamara Tyasmara.

Dengan lugas, Dante meminta, "Bapak kakak udah enggak mau berenang. Tolong bilang mama."

Alasannya sangat kuat. Dante merasa tidak nyaman dengan cara pelatihan yang diberikan oleh Yudha Arfandi.

Bahkan, sebelumnya, Yudha telah diketahui melakukan tindakan yang mencurigakan saat berlatih bersama Dante di kolam renang.

Bahkan, rekaman CCTV memperlihatkan kecerobohan yang fatal dari Yudha Arfandi, termasuk tindakan membenamkan kepala Dante ke dalam air sebanyak 12 kali tanpa memberikan pertolongan yang layak saat Dante kesulitan.

Setelah insiden tragis itu, Dante ditemukan dalam kondisi lemas di pinggir kolam renang.

Meskipun upaya penyelamatan dilakukan, nyawa Dante tidak dapat diselamatkan.

Pihak kepolisian telah menetapkan Yudha Arfandi sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan tuduhan berat termasuk pembunuhan berencana.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa tersangka beralasan melakukan latihan pernapasan kepada Dante dengan cara "nyelem-nyeleman".

Namun, penyidik akan terus menyelidiki kasus ini, termasuk dengan memeriksa keterangan saksi dan analisis rekaman video.

Tragedi kematian Dante menjadi momentum penting bagi kita semua untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama dalam aktivitas fisik seperti berenang.

Kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya kehati-hatian dan keamanan dalam merancang aktivitas rekreasi anak-anak.

Semoga peristiwa ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih memprioritaskan perlindungan anak-anak, yang merupakan pilar masa depan bangsa.

 

Editor : I Putu Suyatra
#cctv #renang #jakarta #dante #Tamara Tyasmara