Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bikin Takjub! Sejarah Terciptanya Bendera Merah Putih Indonesia, Ternyata Sudah Ada Sejak Kerajaan Kediri-Majapahit

Rika Riyanti • Senin, 12 Agustus 2024 | 20:31 WIB

 

Bendera Majapahit yang disebut Sang Saka Getih-Getah Samudra atau Sang Saka Gula Kelapa juga diadopsi TNI AL di kapal perangnya.
Bendera Majapahit yang disebut Sang Saka Getih-Getah Samudra atau Sang Saka Gula Kelapa juga diadopsi TNI AL di kapal perangnya.

BALIEXPRESS.ID - Bendera Merah Putih, yang dikenal sebagai "Sang Saka Merah Putih," adalah simbol negara Republik Indonesia yang penuh dengan makna historis.

Sejarah terciptanya bendera ini erat kaitannya dengan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan.

Akar Sejarah dan Budaya

Warna merah dan putih telah lama menjadi bagian dari tradisi dan budaya di Nusantara, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Dalam sejarahnya, bendera merah putih pernah dipakai Kerajaan Kediri. Di antaranya terungkap saat Pasukan Raja Jayakatwang pada sekitar 1292 Masehi, menggunakan bendera merah putih dalam perang melawan Kerajaan Singasari yang dipimpin Prabu Kertanegara.

Sampai pada saat Majapahit berdiri (1293–1527), warna merah dan putih juga digunakan sebagai lambang kebesaran dan keberanian kerajaan.

Di Jawa, warna merah sering diartikan sebagai keberanian atau darah, sementara putih melambangkan kesucian atau jiwa. Kombinasi kedua warna ini digunakan dalam berbagai upacara dan lambang kerajaan.

Sampai saat ini, bendera merah putih Majapahit masih dikibarkan di kapal perang TNI AL. Bendera Majapahit ini memiliki corak lima garis merah dan empat garis putih horizontal yang sama lebar.

Bendera Majapahit ini kerap juga disebut Sang Saka Getih-Getah Samudra atau Sang Saka Gula Kelapa. Getih artinya darah yang berwarna merah, dan getah berwarna putih.

Pengaruh Perjuangan Nasional

Pada awal abad ke-20, semangat nasionalisme mulai berkembang di kalangan masyarakat Indonesia.

Organisasi pergerakan nasional, seperti Budi Utomo (1908), menggunakan warna merah putih dalam lambangnya.

Semangat nasionalisme ini mencapai puncaknya saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Rancangan dan Pengibaran Pertama

Bendera Merah Putih pertama kali dirancang oleh Soekarno, salah satu Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama Indonesia.

Soekarno terinspirasi oleh sejarah bangsa dan simbolisme warna merah putih.

Pada 17 Agustus 1945, bendera ini dikibarkan untuk pertama kalinya di halaman rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Bendera ini dijahit oleh Fatmawati, istri Soekarno, menggunakan kain katun berwarna merah dan putih.

Makna Filosofis

Merah Putih memiliki makna filosofis yang mendalam. Merah melambangkan keberanian dan pengorbanan, sedangkan putih melambangkan kesucian dan keikhlasan.

Kombinasi ini menggambarkan semangat dan karakter bangsa Indonesia yang rela berjuang untuk mencapai kemerdekaan dengan semangat yang suci dan murni.

Perkembangan dan Pengesahan

Setelah kemerdekaan, bendera Merah Putih diresmikan sebagai bendera nasional Indonesia melalui Undang-Undang Dasar 1945. Bentuk dan warna bendera ini kemudian diatur dalam Pasal 35 UUD 1945, yang menyatakan bahwa bendera nasional Indonesia adalah Sang Merah Putih.

Bendera ini terus berkibar di seluruh Indonesia sebagai simbol persatuan, perjuangan, dan kemerdekaan bangsa hingga saat ini. Sang Saka Merah Putih juga menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari masa penjajahan hingga kemerdekaan, dan seterusnya. ***

Editor : Y. Raharyo
#bendera merah putih #bendera indonesia #kerajaan majapahit #kerajaan kediri #sejarah