BALIEXPRESS.ID-Massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Jalanan menggelar aksi di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta, pada Minggu (8/12/2024).
Aksi yang dimulai pada pukul 10.30 WIB ini diadakan untuk menyuarakan penolakan terhadap pengunduran diri Miftah Maulana Habiburrahman, yang dikenal dengan sebutan Gus Miftah, dari jabatannya sebagai Utusan Presiden.
Baca Juga: Pemkab Bangli Belum Mampu Tanggulangi Masalah Lalat di Kintamani, Warga Khawatir Picu Penyakit
Dalam aksi tersebut, para peserta menyatakan keprihatinan atas keputusan Gus Miftah untuk mundur dari posisinya dan menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar tidak menerima pengunduran diri tersebut.
Koordinator aksi dari Laskar Jogja, Indra Ika Putra, menegaskan bahwa mereka meminta agar Gus Miftah tetap menjabat dan terus berada di pemerintahan.
"Kami memohon agar Gus (Miftah) tidak turun dari jabatannya. Dan kami mohon juga insyaallah memberi surat tembusan kepada Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, agar menolak penurunan Gus Miftah dari jabatannya," ujar Indra Ika Putra di lokasi aksi.
Baca Juga: Sidak LPG di Bangli, Tim Pengawas Temukan Kelalaian dan Penyalahgunaan Gas Bersubsidi
Selain itu, salah satu simpatisan aksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa mereka akan terus mengawal Gus Miftah agar tetap berada di kursi pemerintahan.
"Kami akan terus mengawal abah (Gus Miftah) untuk tetap berada di pemerintahan," ungkapnya.
Massa juga mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mendengarkan aspirasi rakyat kecil yang menginginkan Gus Miftah tetap menjabat sebagai Utusan Presiden.
Mereka berpendapat bahwa kesalahan yang dilakukan Gus Miftah bukanlah kesalahan besar dan menegaskan bahwa dia bukanlah seorang koruptor.
"Itu semua karena kesalahan kecil beliau (Gus Miftah). Wong beliau juga bukan koruptor. Kami ingin Pak Presiden mendengar kami untuk menolak surat pengunduran diri beliau," kata mereka.
Baca Juga: Ancam Ibu Rumah Tangga Pakai Parang di Gianyar Bali, 2 Debt Collector Berurusan dengan Polisi
Sebagai informasi, Gus Miftah, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Miftah menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil secara matang dan murni atas kehendaknya sendiri, tanpa adanya tekanan dari pihak lain.
Editor : Wiwin Meliana