BALIEXPRESS.ID-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia terus menjadi sorotan.
Ini usai, pemerintah menerapkan peraturan baru yang mengatur bahwa pengecer tidak boleh lagi menjual gas elpiji 3 kilogram mulai 1 Februari 2025.
Baca Juga: Tak Hanya Kena Marah Saat Sidak Pangkalan, Akun Medsos Menteri Bahlil Juga Diserbu Warganet
Penyesuaian peraturan ini membuat distribusi gas LPG 3 Kg terhambat bahkan terjadi kelangkaan.
Berikut ini merupakan profil dan perjalanin karir dari seorang Bahlil Lahadalia;
Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Tengah, pada 7 Agustus 1976 atau saat ini berusia 48 tahun.
Bahlil lahir dan besar dari lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang kuli bangunan, sedangkan ibunya tukang cuci.
Baca Juga: Dewan Sidak MPP dan Wantilan Karangasem, Temukan Sejumlah Permasalahan
Sejak kecil, Bahlil terbiasa berjualan kue di sekolah untuk membantu perekonomian keluarga.
Kemudian, saat SMP sempat menjadi kondektur dan ketika SMA pernah jadi sopir angkot.
Bahlil menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura.
Semasa kuliah, dia dikenal aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Lulus kuliah, Bahlil bekerja sebagai karyawan kontrak di Sucofindo.
Selanjutnya, dia bersama sejumlah rekannya mendirikan kantor konsultan IT dan keuangan.
Baca Juga: VIRAL! Momen Warga Marah-Marah di Depan Menteri Bahlil, Protes Kebijakan Gas LPG 3 Kg
Memasuki usia 25 tahun, Bahlil dipercaya sebagai direktur wilayah Papua perusahaan tersebut dan membawahi 70 karyawan.
Bahlil juga memiliki 10 perusahaan berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.
Pada Pilpres 2019, Bahlil tergabung dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf dan sebagai direktur penggalangan pemilih muda.
Pada April 2021 Bahlil dilantik sebagai menteri investasi sebelum akhirnya Agustus tahun ini dipercaya menakhodai Kementerian ESDM.
Dan pada 2024, Bahlil Lahadalia kembali dipercaya sebagai Menteri pada era kepemimpinan Presiden Prabowo.
Editor : Wiwin Meliana