BALIEXPRESS.ID-- Gubernur Jawa Barat, KDM, mengumumkan rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Sunda yang terinspirasi dari pemikiran visioner Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam mengangkat marwah budaya lokal melalui Pusat Kebudayaan Bali.
Dalam video yang diunggah oleh akun @lensabali pada 14 Mei 2025, memperlihatkan rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Sunda yang terinspirasi dari pemikiran visioner Gubernur Bali, Wayan Koster.
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi kepada Bali, khususnya Gubernur Wayan Koster yang dinilai berhasil menerjemahkan visi kebudayaan di daerahnya dengan sangat baik.
Program pelestarian budaya yang digagas Gubernur Bali tersebut telah mendapat pengakuan luas dari berbagai pihak.
Baca Juga: Megawati Sentil Isu Ijazah Palsu: Kalau Asli, Tinggal Tunjukin Saja
"Kami terinspirasi oleh apa yang telah dilakukan Pak Wayan Koster di Bali. Pusat Kebudayaan Sunda ini akan menjadi wadah untuk melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya Sunda yang adiluhung," ungkap KDM saat memaparkan rencana
Program-program dan pemikiran Gubernur Bali Wayan Koster yang visioner sering mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi lain, pemerintah pusat.
Baca Juga: Firdaus Oiwobo Siap Kawal Jokowi Soal Isu Ijazah Palsu, Netizen Malah Fokus ke Bintang di Seragam
Namun sayangnya, masih ada oknum yang berusaha menjatuhkan Wayan Koster dengan cara membandingkannya dengan pemimpin daerah lain.
"Setiap pemimpin bekerja dalam lingkup sosial, budaya, dan tantangan yang berbeda. Menyamakan apalagi membanding-bandingkan mereka tanpa melihat konteks justru bisa mengaburkan esensi kerja nyata," jelasnya.
KDM menambahkan, "Yang perlu kita apresiasi bukan siapa yang lebih dulu, tapi siapa yang benar-benar peduli dan berbuat nyata untuk kebudayaan dan jati diri bangsanya."
Baca Juga: Ramai Wisuda SMK Ala Sarjana, Kepala Sekolah: Sudah Tradisi Sejak 2013
Rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Sunda ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Sunda kepada generasi muda dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.
Editor : Wiwin Meliana