Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usai Murka ke Suporter Persikas, KDM Beri Klarifikasi, Minta Utamakan Empati Diatas Ego

Putu Ayu Aprilia Aryani • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:01 WIB

KDM memberikan penjelasan soal videonya marah ke supporter Persikas
KDM memberikan penjelasan soal videonya marah ke supporter Persikas

BALIEXPRESS.ID-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi terkait insiden kemarahannya saat menghadiri acara Nganjang ka Warga di Kabupaten Subang pada Rabu malam, 28 Mei 2025.

Sebelumnya peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial usai munculnya spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas” yang dibentangkan oleh sekelompok orang di tengah acara resmi pemerintah.

Baca Juga: Disorot dalam Kasus Pengeroyokan Pelajar Denpasar, Siswa Ini Dapat SP3 dan Terancam Dikeluarkan

Momen menyentuh terjadi ketika Dedi mengundang seorang ibu beserta anak-anaknya ke atas panggung.

Dalam video yang diunggah kanal YouTube Humas Jabar, terungkap bahwa ibu tersebut memiliki empat orang anak dan kini berjuang sendirian menghidupi mereka setelah sang suami menikah lagi.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, ia mencari nafkah dengan memulung botol plastik bekas.

Namun, suasana haru tersebut terusik oleh sekelompok orang yang membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan Persikas”, klub sepak bola asal Subang.

Aksi ini memicu amarah Gubernur Dedi Mulyadi dan menjadi sorotan luas di media sosial.

Melalui akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Dedi menyampaikan penjelasan atas sikapnya dalam video yang diunggah Kamis, 29 Mei 2025.

"Saya malam itu marah karena ada sekelompok orang yang tidak memiliki adab," ujar Dedi dikutip Jumat, 30 Mei 2025.

Baca Juga: TERUNGKAP! Pengeroyokan Pelajar SMK di Denpasar Libatkan Siswa dari Berbagai Sekolah

"Tentunya sikap ini adalah sikap yang tidak beradab yang menempatkan sebuah masalah tidak pada tempatnya dan yang paling penting adalah bahwa hilangnya nalar rasa, hilangnya hati, dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya tapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi warga," ungkap Gubernur yang akrab disapa KDM itu.

Ia menekankan bahwa insiden ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama soal pentingnya empati dalam setiap kegiatan sosial.

Ia juga menegaskan tidak memedulikan bila dianggap emosional, sebab baginya mendidik masyarakat lebih utama.

"Bagi saya itu tidak penting tapi mendidik rakyat jauh lebih penting dibanding popularitas dan elektabilitas," ucap Dedi Mulyadi.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Radar Solo, sebanyak 21 orang suporter Persikas Subang sempat diamankan oleh pihak kepolisian usai insiden tersebut.

Puluhan suporter itu langsung diamankan di lokasi dan dibawa ke Mapolres Subang untuk menjalani pemeriksaan serta pendataan.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, menyampaikan bahwa sebagian dari mereka telah dipulangkan pada malam itu juga.

Baca Juga: Pecalang Sigap! Amankan Pria yang Diduga Curi Uang Turis di Pantai Bingin

"Sebagian dari mereka langsung dipulangkan malam itu juga," kata Ariek dikutip Jumat, 30 Mei 2025.

Namun, ia juga menambahkan bahwa ada beberapa suporter yang dipanggil kembali pada keesokan harinya.

"Namun ada beberapa yang dipanggil kembali keesokan harinya karena pemeriksaan belum selesai dan sebagian orang tua sulit dihubungi," ujarnya.

Peristiwa ini menjadi cerminan penting akan perlunya penempatan aspirasi di ruang yang tepat serta penghargaan terhadap momen-momen sosial yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

 

Editor : Wiwin Meliana
#KDM #Persikas #klarifikasi #marah