BALIEXPRESS.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan.
Secara pribadi, Khofifah turun tangan membantu seorang alumni SMK Ketintang, Surabaya, yang ijazah kelulusannya tertahan akibat tunggakan pembayaran SPP.
Kejadian ini diunggah akun Instagram @jawapos pada Sabtu, 31 Mei 2025.
Kasus ini mencuat setelah Khofifah menerima pesan WhatsApp dari seorang rekan pada Jumat (30/5) pagi.
Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa seorang siswi bernama Tias, lulusan tahun 2023, belum dapat mengambil ijazahnya karena belum mampu melunasi kewajiban administrasi sekolah.
“Saya tadi pagi mendapatkan WA dari seorang kawan, bahwa ada Mbak Tias, ini kebetulan ijazahnya masih belum bisa didapatkan,” ungkap Khofifah di Surabaya.
Gubernur Khofifah mengakui bahwa permasalahan serupa cukup sering ditemuinya, khususnya di sekolah swasta yang masih memberlakukan penahanan ijazah sebagai bentuk tekanan terhadap tunggakan biaya pendidikan.
Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.
“Saya kemudian komunikasi ke Pak Aris untuk bisa membantu memberikan ijazah ini kepada Mbak Tias. Alhamdulillah, langsung bisa diserahkan oleh sekolah,” ujarnya dengan penuh syukur.
Langkah cepat Gubernur Khofifah pun mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Aksi ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan peduli terhadap akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor : Nyoman Suarna